Demi Optimalkan PAD Kota Bekasi Retribusi Sampah Diambil Alih Oleh Bapenda

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

“Mulai dari kekurangan jumlah armada hingga sedikitnya personel, UPTD LH di kecamatan sebagai pihak teknis pengangkutan sampah wilayah masih dirasa kurang maksimal”

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Penarikan Retribusi sampah selama ini dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Saat ini kewenangan penarikan Retribusi Sampah di wilayah Kota Bekasi dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ini dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi daerah.

Kepala UPTB Bapenda Kecamatan Jatisampurna, Agus Tinus Prakoso membenarkan bahwa penarikan retribusi sampat saat ini menjadi kewenangan pihak Bapenda. Kata Agus, itu sudah berjalan sejak bulan januari awal tahun 2018.

“Kita sudah siap semua SDM nya, kita mengambil ventor dari pegawai LH yang di akuisisi oleh Bapenda untuk melakukan penarikan retribusi sampah,” kata Agus saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (14/8/2018).

Dikatakannya, Dinas LH hanya bertugas melakukan teknis pengambilan sampah saja di wilayah Jatisampurna, sedangkan semua penarikan retribusi di ambil alih oleh Bapenda.

“Kita akan terus koordinasi dengan Dinas teknis (DLH) untuk mengoptimalkan pendapatan Retribusi sampah,” ujarnya.

Menurut Agus, retribusi sampah di kecamatan Jatisampurna sendiri di targetkan sebesar Rp.1,2 miliar untuk tahun 2018. Saat ini sudah terealisasi targetnya sebesar 50 persen.

“Target Rp. 1,2 M yang harus dicapai, saat ini 50 persen sudah tercapai,” jelasnya.

Terpisah, Irfan Hikmatullah, kepala UPTD LH kecamatan Jatisampurna mengatakan, dengan diambil alihnya penarikan retribusi sampah oleh Bapenda membuat UPTD LH Jatisampurna fokus mengurus pengambilan sampah warga saja.

Irfan mengaku, UPTD LH Jatisampurna masih kekurangan armada pengangkut sampah serta personil (pesapon) untuk membersihkan jalan diwilayah Kecamatan Jatisampurna.

“Jatisampurna yang di lintasi jalan nasional Alternatif Cibubur dan jalan raya hankam, dirasa 15 armada mobil pengangkut sampah, 3 baktor, 2 mobil hilux dinilai masih kurang untuk melayani masyarakat Jatisampurna,” jelasnya.

Namun begitu, kenyataan yang ada pada tahun 2017 kemarin saat pengelolaan retribusinya masih ditangani oleh UPTD LH Jatisampurna pencapaian targetnya pernah hingga melebih 100 persen. Akan tetapi, walaupun tak ada rewardnya, UPTD LH sejak dua tahun terakhir berharap adanya penambahan armada maupun SDM tambahan personelnya guna memaksimalkan penarikan sampah hingga potensi yang masih masih ada. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts