Sepanjang Sejarah, Ada 41 Cafe Dari Dua Kelurahan Di Jatisampurna Bakal Disegel

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Sepanjang Sejarah sejak kepemimpinan 6 camat sebelumnya, setelah wilayah Kelurahan Jatisampurna, selanjutnya di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna mendapatkan jatah penertiban dengan Penyegelan maupun penutupan cafe-cafe yang tak berizin. Namun, pihak kecamatan terlebih dahulu melakukan sosialisasi mengundang para pemilik atau pengelola cafe liar tak berizin, di aula Kantor Kecamatan Jatisampurna, pagi Rabu (8/8/2018).

Dalam sosialisasi pihak kecamatan terhadap para pemilik atau pengelola cafe liar di kelurahan jatikarya, untuk dilakukan proses awal sebelum terbitnya teguran tahap satu sampai tiga hingga penyegelan bangunan tak berizin yang diperuntukan usaha cafe ilegal disana.

Camat Jatisampurna, Abi Hurairah saat menunjukan stiker Segel didepan para pemilik cafe ilegal

Camat Jatisampurna, Abi Hurairah, memimpin langsung sosialisasi didepan para pengelola cafe di kelurahan jatikarya ditemani oleh Kapolsek Pondokgede Kompol Suwari, perwakilan Danramil Pondokgede dan Kasi Trantib Kecamatan Jatisampurna.

Diketahui, sebelumnya 16 cafe ilegal di Kelurahan Jatisampurna sudah di segel oleh Satpol PP bersama muspika Kecamatan Jatisampurna. Namun, data keterangan dari Satpol PP mengalami penambahan jumlah cafe sebanyak 5 cafe dengan total 21 cafe ilegal di kelurahan tersebut.

Laporan dari warga bersama RW setempat, Surat laporan dari FUB dan Surat dari Forum RW. Dari sana lah pihak Muspika Kecamatan Jatisampurna berkordinasi bersama jajarannya untuk menindaklanjut prosesnya hingga melakukan sosialisasi dan penyegelan.

Sebagian besar pemilik atau pengelola cafe liar tersebut berdomisili luar kota bekasi, hanya sedikit yang berdomisili di kota patriot ini. “Namun dengan begitu pemerintah memiliki outputnya untuk melakukan pemberdayaan atau pelatihan terhadap pekerja di cafe-cafe liar tersebut pasca penutupan atau penyegelan,” terang Camat Abi Hurairah.

Pasca penutupan dan penyegelan cafe-cafe liar di kelurahan jatisampurna beberapa waktu, justru bertambah lagi laporan dari warga. “Banyak laporan yang sampe ke saya yang katanya cafe-cafe yang lainnya belum ditindak, itu uda pasti kita tindak tapi sama seperti di kelurahan jatisampurna tentu melalui prosesnya mulai dari undangan sosialisasi, teguran baru penutupan,” ungkapnya.

Masih kata Camat, jumlah cafe ilegal di dua kelurahan sebanyak 41 yang tersebar di Kelurahan Jatisampurna dan Jatikarya, itu belum termasuk di Kelurahan Jatirangga. “Jika pada saat cafe ilegal disana sudah di segel, kalau segel tersebut di rusak maka ada konsekuensinya sesuai peraturan yang berlaku diambil alih tindakannya oleh Polisi dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan. Dan jika masih ada yang buka, kita akan melakukan penyitaan,” pungkasnya.

“Bagi para pelayan-pelayan cafe ilegal disana, nanti setelah melakukan penyegelan, karna kita sudah teken kontrak dengan Yayasan Panti Sosial, pelayan tersebut akan kota sekolahkan selama 6 bulan pelatihan kerja dan lainnya,” tandas Camat Abi didepan para pengelola cafe. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts