Disinyalir Tak Berizin Pembangunan BTS Di Bekasi Selatan Terus Berjalan

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Pembangunan menara Based Tranceiver Station (BTS) di RT001/ RW02 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang dilakukan oleh PT Inti Bangun Sejahtera diduga belum mengantongi kelengkapan perizinannya. Namun pelaksananaan pembangunannya terus berjalan hingga saat ini.

Dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi dijelaskan menara atau tower BTS yang hendak dibangun harus mendapat persetujuan pemerintah daerah, dalam hal ini penunjukan titik lokasi.

Titik lokasi sendiri tidak boleh berdekatan dengan pemukiman warga maupun bangunan komersil lainnya. Sebab, bila menara tersebut tumbang maka dapat mengancam keselamatan warga.

Selain Permenkominfo, peraturan yang disepakati WHO juga melarang keberadaan tower di tengah pemukiman warga. Ukuran tinggi menara kurang dari 45 meter misalnya, memiliki standar jarak aman menara BTS dengan pemukiman minimal 20 meter dan berjarak sepuluh meter dari area komersial dan 5 meter dari daerah industri.

Menara BTS harus memenuhi level batas radiasi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 4,5 watt/meter persegi untuk perangkat/menara yang menggunakan frekuensi 900 Mhz dan 9 watt/meter persegi untuk menara/perangkat yang menggunakan frekuensi 1.800 Mhz. Detail ukuran ini akan disertakan dan disurvei sebelum menara BTS dibangun.

Ketua RT003, Saripudin mengaku tidak mengetahui mengenai perizinan tentang pembangunan menara tersebut. Meski jarak titik menara dengan wilayahnya tidak lebih dari 20 meter, namun ia mengatakan menara berada di lingkungan RT 001, sehingga dirinya tidak memiliki wewenang. “Saya dengar ada pembangunan tower tetapi saya gak dilibatkan karena itu wilayah RT 001,” kata Saripudin.

Sementara, salah seorang penjaga warung yang berada di sebelah titik pembangunan mengakui ada kompensasi untuk warga, namun dirinya tidak ke bagian lantaran sedang pulang kampung.

“Saya dulu dimintai KTP dan KK, tetapi pas pembagian saya pulang kampung, tetapi warga yang lain katanya sih ke bagian,” ungkapnya.

Selain masalah perizinan, pembangunan menara BTS juga dapat mengancam kesehatan warga seperti menyebabkan kanker dan gangguan janin. Apalagi menara tersebut dibangun di lingkungan pemukiman, yang tentunya radiasi dari menara akan bersentuhan langsung dengan warga.

Salah seorang pekerja lapangan, Toro mengatakan perizinan sepenuhnya wewenang PT Inti Bangun Sejahtera. Sementara dirinya hanya bertugas mengawasi jalannya pembangunan. “Saya kurang ngerti kalau masalah perizinan. Saya cuma diinstruksikan kerja saja,” kata dia. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts