Biro Perjalanan Adhy Tour Travel Dilaporkan Ke Polres Metro Bekasi Kota

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

ZONA BEKASI – LAGI, korban umroh Biro Perjalanan Adhy Tour Travel mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk melaporkan dugaan penipuan yang dialami mereka sejak tahun 2012 silam yang hingga kini belum ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari Biro Travel milik keluarga Adhy Firdaus Sa’ady yang gagal meraih suara dalam pencalonannya sebagai Wakil Walikota Bekasi pada Pilkada Juni 2018 lalu.

Ke-tujuh korban umroh yang melaporkan itu diantaranya, Mustofa Kamal (66) Sukmariantini (58) Koes Indrati (53) Ida Rosida (52) Atin Supriyantin (54) Hayati (64) dan Endah Syubaedah (57) yang mendapat pendampingan kuasa hukum dari kantor Advokat Naupal Al Rasyid, SH, MH & Rekan yakni, Martin Iskandar, SH, Abdul Rahman, SH dan Rajiman, SH.

Kepada Beritaekspres.com, Martin Iskandar mengatakan, ke-tujuh korban umroh yang melaporkan ini pada prinsipnya mewakili puluhan korban bahkan kalau dihitung mencapi ratusan karena mereka yang melapor merupakan agen atau kordinator umroh yang terpaksa harus mempertanggungjawabkan kepada para jema’ahnya yang tidak diberangkatkan Adhy Tour Travel sesuai dengan janji atau kesepakatan.

“Mereka yang melaporkan ini rata-rata agen atau kordinator yang mencari jema’ah umroh untuk Adhy Tour Travel namun tidak diberangkat, sehingga mereka terpaksa menjual harta beda atau berhutang untuk memenuhi tuntutan para jema’ah akibat ulah Adhy Tour Travel,” terang Martin di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (24/7/2018) sore.

Dalam persoalan ini kata Martin, tuntutan para jema’ah yang mereka kordinir bermacam-macam mulai dari minta diberangkatkan melalui Biro Travel umroh lain ada juga yang minta uangnya dikembalikan utuh sebagaimana jumlah uang yang sudah mereka setorkan ke Biro Adhy Tour Travel. “Karena mereka dituntut tanggungjawab jadi ada yang sampai jual rumah, mobil dan bahkan berhutang hingga puluhan juta di Koperasi dimana mereka bisa meminjam uang,” ungkap Martin.

Namun hingga kini lanjut Martin, uang mereka sejak tahun 2012 belum dikembalikan pihak Adhy Tour Travel dengan berbagai macam alasan bahkan dari pengakuan para korban pihak Adhy Tour Travel selalu berusaha untuk menghindar. “Bahkan, maraknya rencana pelaporan ini pihak Adhy Tour sendiri mulai merayu-rayu kembali janji dan ada juga menakut-nakuti para korban jika masuk media bakal dilaporkan dengan UU ITE,” jelas Martin.

Meski baru 7 yang melapor namun kerugian mereka rata-rata ada yang mencapai Rp1 miliar, karena mereka masing-masing membawa puluhan jema’ah untuk Biro Adhy Tour Travel. “Sebelumnya saya sudah mendampingi 2 korban umroh asal Bandung, Tati dan Meti. Untuk Tati sendiri pihak Adhy Tour Travel sudah menganti melalui transfer ke rekening kliennya tanpa sepengetahuannya. Sementara untuk Meti belum,” jelas Martin.

Masih kata Martin, jumlah korban umroh yang bakal melapor akan terus bertambah mengingat waktu dan kesempatan mereka belum bisa bersama para pelapor korban lainnya. “Sebenarnya lebih dari 7 karena waktu yang belum bisa jadi kita ajukan 7 dulu melapor ke Polres Metro Bekasi dan untuk korban umroh yang lain akan menyusul diwaktu berikut,” imbuhnya.

Ditambahkan Martin, sebagai tim hukum para korban jema’ah umroh Adhy Tour Travel pastinya berharap pihak Polres Metro Bekasi Kota, serius menangani hingga persoalan dugaan penipuan umroh tuntas. “Kita berharap kali ini Polres Metro Bekasi Kota serius karena sebelumnya diantara para korban umroh ini sudah pernah melaporkan namun tidak ada perkembangan,” pungkasnya. (Red)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts