Camat Bekasi Barat: Tentang Girik Milik Acam bin Mendung Tidak Terdaftar Di Buku C

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Lokasi tanah yang berdampingan dengan proyek pembangunan apartemen

BEKASI (zonapantau.com) – Persoalan sengketa tanah di jalan inspeksi Kalimalang Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat kurang lebih seluas 14.000 meter persegi, akhirnya menemui titik terang kebenarannya. Lahan tersebut dimiliki secara sah yang di pecah masing-masing adalah milik Acam bin Mendung seluas 8.020 M2, Sanipah bin Salam 4.750 M2, M.Zaelani Hamid Dkk seluas 1.322 M2, selama bertahun-tahun akhirnya menemui titik terang kebenaran yang ada.

Permasalahan sengketa tersebut berawal dari tanah milik Acam bin Mendung dasar kepemilikan Girik C.997, diakui hak miliknya oleh H. Latif bin Masan seluas 1.200 M2, Rachmat 700 M2 dan M. Zaelani Hamid 3.600 M2 dengan dasar yang ‘katanya’ sudah di beli dari Acam bin Meundung. Padahal, yang bersangkutan (Acam Mendung.red) tak pernah menjualnya kepada pihak manapun.

Namun kuat dugaan ada oknum pejabat kota bekasi yang bermain dalam kasus ini, hal ini dibenarkan salah satu kuasa dari Acam Bin Mendung, Pak Chandra. Kata dia pada tahun 2013 lalu sebagian tanah Acam bin Mendung telah diakui hak oleh M.Zaelani Hamid yang telah dialihkan hak ke pihak lain yang terkena pembebasan proyek ‘Tol Becakayu’.

“Dan anehnya, dalam isi daftar nominatif tercatat atasnama Abdul Rachim seluas 4.750 M2 SPPT no.32.75.060.002.016-0338 pada nomor urut 3 (tiga) yang dibenarkan dan disaksikan oleh ‘tim panitia’ pembebasan tol becakayu sesuai dengan ‘Surat Keterangan Tidak Sengketa’ tertanggal 22-Februari-2013 atasnama Endang Sutisna bin Abdul Rachim yang dibuat oleh Lurah Jakasampurna saat itu,” ungkapnya kepada awak media, (13/7/18) lalu.

Lanjut Candra, Berdasarkan keputusan pengadilan dengan register Nomor: 527/Pdt.G/2015/PN.Bks menyatakan pihak-pihak yang mengaku tanah tersebut miliknya dari pemilik sah (Acam bin Mendung) tidak dibenarkan karna tidak bisa membuktikan dasar kepemilikannya. Namun, mirisnya yang semula tanah seluas 8.020 M2 milik Acam, saat ini berkurang karna dianggap hanya sisa 3.270 M2.

Menanggapi permasalahan ini Camat Bekasi Barat, membantahnya karena menurut dia kasus ini tadinya bersengketa antara abdul rohim, acam bin mendung dan pak engkos dan mereka itu langsung berdamai dengan notaris, namun acam bin mendung giriknya tidak terdaftar di buku C alias bodong, Rabu (18/7/2018) lalu.

“Coba cek di website keputusan pengadilan itu keputusan sapa, karena nama acam bin mendung dalam keputusan tersebut tidak ada karena terdaftar pako jatibening, kalau masih kekeuh buktikan saja, girik aslinya mana terus dulu siapa yang bertransaksi, karena semua pada nerima dana konpensasinya, buktinya ada ko di rama anak buah saya,” ujar Camat beberapa waktu lalu.

Lanjut Camat Bekasi Barat, dirinya mengeluarkan surat tidak bersengketa pada saat itu menjabat sebagai lurah jakasampurna karena sudah berdamai, antara almarhum engkos, endah, abdul rohim dan acam bin mendung yang saat itu dikuasakan pak brewok LSM aliansi indonesia dan sudah sudah menerima dana konpensasinya.

“Kalau mau ketemu Rama saja, datanya lengkap sampai ada rekaman musyawarah saat itu, bahwa acam bin mendung itu tidak terdaftar di buku C, perlu diingat saya mengeluarkan surat tidak sengketa karena sudah dianggap berdamai,” ungkapnya.

Ditemui di kantor kelurahan jakasampurna, Rama menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah kelar karena dulu itu acam bin mendung pernah memberikan surat kuasa kepada LSM Aliansi Indonesia, seharusnya kalau memberikan surat kuasa lagi harus dibatalkan terlebih dahulu surat kuasanya.

Dirinya pun membeberkan bukti surat perdamaian pihak yang bertikai dan keputusan bersama berdamai serta sudah menerima dana konpensasi dana pembebasan lahan dalam masalah kasus tanah becakayu ini.

“Saya ada kok datanya 5 pihak yang bertikai, dan acam berlindung dibawah LSM Aliansi Indonesia, bila ada surat pembatalan kuasa, seharusnya harus ada pembatalan surat kuasa terlebih dahulu jangan ujug2 mengeluarkan statemen dan mengakui sudah dikuasakan oleh acam bin mendung,” ungkapnya. (*)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts