Beredar Isu SARA, Organisasi Gereja Kota Bekasi Desak Polisi Tangkap Pelaku

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – BEREDARNYA selembaran SARA yang berisi perjanjian Gereja dikalangan masyarakat membuat Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAGLKKI) Kota Bekasi marah. Pasalnya BAMAGLKKI tidak merasa menandatangani surat perjanjian tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh Tim kuasa hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1, Dr. H. Rahmat Effendi dan Dr. H. Tri Adhianto memberikan pendampingan hukum Pendeta Yohanes Nur BAMAGLKKI Kota Bekasi, Senin 25 Juni 2018 kepada media zonapantau.com.

“Saya sangat menyesalkan selembaran yang dinilai Hoax berbau SARA tentang adanya perjanjian kliennya Rahmat Effendi (Petahana) dengan pihak Gereja terkait kemudahan perizinan dengan target membangun 500 Gereja di Kota Bekasi telah beredar di masyarakat Kota Bekasi,” ungkapnya.

Menurutnya itu semua tidak masuk akal dari jangka 5 tahun bisa menyelesaikan 500 Gereja. kalo kita bagi dalam setahun 100 Gereja. Setiap minggu bisa 2 sampai 3 Gereja terbangun. Maka dari itu pihaknya segera memberikan pendampingan hukum kepada Pendeta Yohanes yang namanya dicatut pada selebaran Hoax berbau SARA Agama untuk dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan masyarakat khususnya bagi warga Kota Bekasi.

Ia juga menegaskan bahwa cara seperti ini jelas merugikan kedua belah pihak dan berpotensi memecah belah umat antar Agama yang ada di Kota Bekasi. “Kita minta polisi segera bisa mengungkap dalang dan pelakunya,” pungkasnya. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts