Dishub Kota Bekasi Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Dinas Perhubungan Kota Bekasi memperkirakan puncak arus mudik di wilayahnya akan terjadi pada H-6 dan H-5 Lebaran. Dalam upaya mengurai kemacetan arus tersebut, telah disiapkan berbagai strategi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan, pergerakan lalu lintas diwilayahnya terbagi menjadi tiga jenis, yakni internal Kota Bekasi, Kota Bekasi ke arah barat (Jakarta, Banten, Sumatera), Kota Bekasi ke arah timur (Karawang, Cirebon, Jawa Tengah), dan Kota Bekasi ke arah selatan (Bogor dan Sukabumi).

Sementara untuk lintasan mudik, pemudik diperkirakan datang dari Harapan Indah, Sumber Artha yang kemudian memasuki jalan-jalan arteri dan keluar menuju Kabupaten Bekasi. Untuk itu, telah disiapkan strategi, di antaranya penutupan bukaan median guna memperlancar arus jalan.

“Penutupan bukaan median dilakukan pada Jalan KH. Noer Ali, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Sudirman yang berpotensi menimbulkan hambatan-hambatan lalu lintas dengan menggunakan water bariere, traffic cone, dan pager portabel,” kata Johan, Kamis (7/6/2018).

Untuk penutupan bukaan median, pihaknya menyiapkan 260 buah traffic cone, 105 pager portabel, 75 water bariere, juga ditambah rambu portabel sebanyak 120 buah yang ditempatkan di 13 ruas dan simpang jalan, serta variable message sign (VMS) sebanyak dua buah.

Kemudian dishub akan melakukan optimalisasi jalan, antara lain dengan melarang parkir kendaraan sepanjang ruas jalan, dan pelarangan aktivitas penggunaan badan jalan pada pedagang kaki lima, dan pekerjaan pembangunan.

Selain itu, disiapkan manajemen rekayasa lalu lintas dengan menerapkan contraflow dan satu arah pada ruas Jalan Chairil Anwar dan Hasibuan, serta penambahan phase lampu hijau pada setiap TL di setiap lintasan angkutan lebaran dari arah Barat menuju timur.

“Kami juga akan menempatkan petugas pada 90 titik simpang, di mana terdapat 11 poskotis dan 4 posko angkutan lebaran,” tambah Johan.

Selain itu, dishub telah mengirimkan surat kepada minimarket-minimarket dan SPBU yang berada di lintasan mudik agar dapat membuka pelayanan 24 jam, dan khususnya area parkir dapat dijadikan rest area sehingga meminimalisir para pengendara berhenti sembarangan. Kemudian pihaknya juga telah meminta sejumlah pekerjaan proyek diistirahatkan guna kelancaran arus, terhitung dari H-7 sampai H+7 Lebaran.

“BPTJ juga akan membuat sistem informasi penanganan kemacetan terpadu antar wilayah. Dan kami akan meminta bantuan fasilitas lalu lintas kepada BPTJ,” pungkas Johan. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts