KS-NIK Dihapus, Dua Partai Oposisi Terancam Didemo Warga Kota Bekasi

 Berita Terkini, Kesehatan, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (Politik) – HASIL rapat terkait Evaluasi dan Monitoring Kartu Sehat Berbasis NIK (KS-NIK) yang digelar oleh Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, PDIP, PKS, PKB, dan Partai Golkar bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi pada, Senin 28 Mei 2018 kemarin menuai pro dan kontra.

Menurut pengakuan Wakil Ketua Komisi IV Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bekasi, Rahmawati S. Farm.,Apt, bahwa dari hasil rapat evaluasi dan monitoring KS-NIK, dalam 5 Fraksi yang hadir, hanya dua Fraksi yang menginginkan perjalanan Program Kartu Sehat Berbasis NIK untuk di hentikan. Karena, menurut kedua partai tersebut program KS-NIK yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dinilai telah membani atau memberatkan APBD.

Atas pernyataan yang dilontarkan oleh kedua Anggota Komisi IV yakni dari Fraksi dua partai oposisi tersebut di rapat evaluasi/monitoring Kartu Sehat Berbasis NIK kemarin, sebagian masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bekasi marah mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh kedua Fraksi tersebut.

Iswadi Idris salah seorang warga Jln. Perjuangan Teluk Pucung Rt.01/01, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, kecewa atas sikap Anggota dewan yang semena-mena ingin menghentikan Kartu Sehat Berbasis NIK. “Mereka digaji dari hasil keringat Rakyat (Kami), tapi mereka seenaknya ingin menghentikan program yang jelas dihasilkan juga dari hasil perjuangan keringat rakyat,” ungkapnya, Selasa (29/05/18).

“Sanak saudara kami di wilayah Teluk Pucung sudah nyaman atas keberadaan KS-NIK ini, karena dalam kesehatan kami tidak sama sekali dibebankan soal biaya Rumah Sakit, Obat, maupun lainnya. Tolong, jangan usik program Kartu Sehat, karena program ini sudah membantu banyak saudara kami yang ada di Kota Bekasi,” ujarnya.

Tempat terpisah, Warga wilayah Jln.Bintara Raya No 90 Bintara, Kecamatan Bekasi Barat juga angkat bicara. “Anggota dewan dari partai mana yang berani menghapus program Kartu Sehat Berbasis NIK. Kalau berani sampai menghapus, kami pun akan melakukan aksi besar-besaran untuk mempertahankan Program KS-NIK agar tetap berjalan,” cetusnya.

Ia juga meyakini bahwa tidak hanya dia yang bergerak, jika benar-benar program KS-NIK dihapus. Namun, masyarakat lainnya pasti akan berprilaku sama dengan nya. “Program ini sangat membantu warga, saya sendiri pun sudah merasakan manfaat keabsahan Kartu Sehat,” sambungnya.

“Kalau bisa Anggota Dewan yang seperti itu kedepan jangan dipilih kembali, karena mereka tidak pro dengan warga miskin,” pungkasnya. (Red)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts