Pemerhati Nilai Surat Selembaran Terkait ‘Ikrar Perjuangan Santa Clara’ Hoax

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

 

ZONA BEKASI – BELAKANGAN ini masyarakat Kota Bekasi telah dikejutkan dengan adanya selembaran bertulis (Pernyataan Sikap Para Pendeta dan Pastur Serta Segenap Pelayanan Tuhan Lainnya Melakukan “IKRAR PERJUANGAN SANTA KLARA) yang tertuju untuk pemenangan Pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bekasi dari nomor urut 1 yang tersebar diberbagai media sosial (medsos) dinilai ‘HOAX’.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Pemerhati Sosial dan Budaya Kota Bekasi, Budi Santoso, Jum’at, (25/05/2018) dini hari kepada awak media.

Menurut dia keberadaan selembaran kertas tersebut sangat disayangkan diposisi kita sedang menghadapi perhelatan politik yang mengarah ke demokrasi cukup baik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi. Kemudian dicorengkan dengan isu selembaran yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan selembaran tersebut datang atau dimulai oleh salah satu pasangan calon. karena kedua pihak pasangan calon Walikota dan Wakik Walikota Bekasi pasti menjaga integritasnya masing-masing serta menjaga keutuhannya agar Pilkada ini berjalan dengan baik.

Dirinya pun sangat menyayangkan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan kemudian membuat statmen yang bisa memecah belah umat. “Pastinya isi didalam selembaran tersebut tampak ketidak profesionalnya dari abjad dan pertanggung jawab dari institusi yang dicatutnya dalam prseketuan gereja, seharusnya dikonfirmasi atau ada yang mewakili dari lembaga-lebaga itu sendiri,” jelasnya.

“Dan sepertinya ini nyaris atau bukan hanya sekedar ‘Hoax’, tapi tidak mungkin terjadi ketika ada suatu lembaga sekian banyak yang tercantum dimoment pilkada dia membuat steatmen yang cukup ‘Gila’ dengan menyatakan akan menyerahkan semuanya persoalan ini kepada pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto bahwa mereka berdualah yang akan membangun gereja atau akan tumbuh gereja kedepan,” ungkapnya.

Bagaimana bisa disebut ‘Gila’, karena mereka bisa dikatakan minoritas di Kota Bekasi. “Nah, jikalau mereka berani memberikan steatmen ditengah-tengah mayoritas dimana hari ini situasi politiknya dalam kondisi pilkada, ini sama saja mengajak Perang, dan itu tidak mungkin,” tambahnya.

“Masyarakat boleh cek, bahwa Warga Negara Republik Indonesia yang beragama Nasrani di Kota Bekasi menginginkan kedamian dengan masyarakat lainnya. Dan pastinya jika disampaikan ke pihak-pihak lembaga institusi yang dicatut namanya di selembaran itu akan merasa dirugikan karena tidak merasa membuat steatmen dalam bentuk apapun,” pungkasnya. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts