Angka Golput Berpotensi Tinggi Di Pilkada Kota Bekasi, Apa Penyebabnya?

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi yang akan berlangsung pada 27 Juni mendatang dihantui tingkat golput yang tinggi. Hal ini disebabkan jadwal pelaksanaan pemilihan berdekatan dengan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, yang berjarak hanya 10 hari.

Pada Pilkada 2012 lalu, angka golput mencapai 51 persen suara. Padahal pada waktu tersebut tidak dibarengi dengan momentum libur panjang atau momentum lainnya yang bisa menjadi pertimbangan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

Kendati begitu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mengklaim partisipasi pemilih akan meningkat. Bahkan persentasenya bisa mencapai 70 persen suara. Dasarnya darimana? Saat sosialisasi apel duta pilkads di 12 kecamatan tak semua kecamatan mendapat partisipasi masyarakat yang antusias.

Selain itu, mengenai dua kali debat paslon pilkada beberapa waktu lalu yang kurang efektif karna melalui siaran gelombang ‘Radio’ lokal. Tak sedikit masyarakat atau pemilih yang mengetahui jadwal debat paslon tersebut.

Namun penyelenggaraan pemilihannya terus dioptimalkan, dengan cara sosialisasi yang melibatkan semua pihak agar membangun kesadaran partisipasi masyarakat.

Selain itu, KPU juga telah melakukan screening terhadap jumlah DPT. Hasilnya adalah jumlah pemilih tetap hanya berkisar diangka 1,4 juta pemilih, berbanding dengan jumlah DPT pada Pilkada 2012 yakni sebanyak 1,7 juta pemilih.

“Jadi boleh dikatakan data kita sekarang jauh lebih valid, apalagi basisnya KTP elektronik. Kalau sudah fix angka datanya dengan tidak ada pemilih di luar Kota Bekasi, kemungkinan hasil akhir jadi lebih valid,” terang Komisioner KPU Kota Bekasi, Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarheni, Kamis (24/5/2018).

Pihaknya menganalisa, kemungkinan partisipan pemilih yang golput adalah orang-orang yang bekerja di sektor informal. Sementara pekerja formal dipastikan banyak berpartisipasi lantaran masa cuti lebaran telah usai sebelum hari H pemilihan.

“Informal itu seperti PRT, pedagang, wiraswasta, orang-orang yang tidak bekerja di perusahaan atau instansi pemerintah,” katanya.

Untuk memastikan masyarakat yang mudik ke kampung halaman dapat menggunakan hak pilihnya. Maka KPU mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang bermudik dapat kembali ke Kota Bekasi sebelum waktu pemilihan. (Yudhi/Alam)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts