Menjamur Ujaran Kebencian di Medsos, Pemilih Harus Menyaring Informasi

 Berita Terkini, Nasional, Serba-Serbi
banner 468x60
Ilustrasi

Ilustrasi

ZONA BEKASI (Politik) – SEMAKIN mendekati pelaksaan hari pencoblosan Calon Walikota Bekasi periode 2018-2023 pada tanggal 27 Juni mendatang, mulai menjamur informasi diberbagai media sosial (Medsos), isu-isu negatif terkait pasangan calon tersebut.

Informasi itu dibenarkan oleh Pemerhati kebijakan dan pelayanan publik Bekasi, Didit Susilo, Senin (14/05/2018) saat diwawancarai oleh awak media di lingkungan kantor Pemerintah Kota Bekasi.

Didit mengatakan, informasi isu negatif yang menjamur diberbagai medsos terkait pasangan calon dan ujaran kebencian serta marak politik identitas berbau SARA.

Menurut dia, saat ini ‘Cyber Army’ dipakai pihak tertentu untuk berkampanye hitam dengan ujaran kebencian sebagai strategi negatif untuk menjatuhkan paslon tertentu atau rivalnya.

“Lalu, Flaying Victim tersebut juga digunakan sebagai strategi jitu untuk penggiringan opini sesat, dengan tujuan elektabilitas paslon terjun bebas,” sambungnya.

Selanjutnya, ia juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bekasi untuk bisa menyaring informasi (Isu) mana yang positif maupun negatif. “Banyaknya marak ujaran kebencian yang menjamur, maka pemilih harus lebih cerdas dalam menyaring informasi,” pungkasnya. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts