Debat Paslon Wali Kota Bekasi Putaran Pertama Kurang Greget

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA PILKADA (zonapantau.com) – Perhelatan debat calon wali kota bekasi putaran pertama kurang menarik, justru dalam debat muncul pertanyaan di luar tema pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi, yaitu terkait perizinan gereja Santa Clara. “Sangat disayangkan pertanyaan yang berisi Satire Sara itu tidak dipotong mederator yang memang tidak mengerti kondisi riel Kota Bekasi,” ungkap Didit Susilo selaku Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi.

“Debat tersebut terkait kenyakinan justru membiaskan subtansi program yang akan ditawarkan Debat paslon Wali Kota Bekasi putaran pertama kurang greget. Dari semua pertanyaan dari panelis terlalu membingungkan berisi data matrik BPS, seharusnya langsung ke poin permasalahan dan pertanyaan,” ucapnya.

Menurutnya, paslon no. 1 cukup menyakinkan kelanjutan program dan pemantapan capaian ke calon pemilih paslon no. 2 harus menawarkan gagasan-gagasan baru yang lebih unggul untuk menarik simpati calon pemilih terutama massa mengambang (swing voter). “Pertanyaan yang di sodorkan justru diluar konteks dan cengderung ke arah sara harus dihentikan oleh moderator yang memiliki hak penuh mengendalikan debat,” terangnya.

“Karena angka golput yang mengkuatirkan. Perlu terobosan jitu menyasar calon pemilih dgn memberikan sosialisasi yg mudah, mengena sasaran dan memberikan edukasi politik pentingnya partisipasi pemilih

Didit menambahkan, Debat tersebut seharusnya dapat menampilkan edukasi politik yang mencerahkan, mengukur komitmen janji Paslon, program yang ditawarkan harus menyentuh harapan pemilih seperti permasalahan kemiskinan, pengangguran, persampahan perkotaan, kemacetan dan jaminan kesejahteraan warga kota bekasi.

“Perdebatan subyektif terkait personiliti Paslon seperti itu tidak boleh mengemuka, karna bukan muatan program dan visi misi Paslon,” tandasnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts