Ini Alasan Pidsus Tetapkan 3 Tersangka Baru Dugaan Korupsi Investasi Perusahaan Blok BMG

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

ZONA NASIONAL – KEJAKSAAN Agung (Kejagung) mengungkapkan, alasan penyidik pidana khusus (pidsus) menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia yakni karena proses akusisi Pertamina tehadap ROC Oil Company, Australia pada 2009 dilakukan tanpa persetujuan Dewan Komisaris Pertamina.

“Dari yang kita pelajari dalam peyelidikan, kita mendapatkan bukti permulaan yang cukup bahwa ketika proses akuisisi itu ada hal yang menyimpang atau bertentangan dengan hukum prosesnya,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman, Kamis (05/04).

Adi melanjutkan, alasan lainnya yaitu dalam studi kelayakan, ada prosedur yang belum dilaksanakan. “Itu harus diteliti dulu. Itu belum tuntas proses pembelian aset itu dilaksanakan,” terangnya.

Kemudian lanjut Adi, secara organisasi, transaksi investasi yang seharusnya diketahui dan disetujui dewan komisaris, dilaksanakan tanpa persetujuan.

“Kenyataannya dalam pelaksanaan investasi ini, tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan perusahaan sekarang yang semula ada di Australia, saat ini sudah tidak ada di Australia,” ungkapnya.

Dalam proses penyidikan ini, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka baru, yakni, mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero)  Galaila Karen Agustiawan (GKA), Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero) Genades Panjaitan (GP) dan mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan (FS). Status ketiganya dinaikan dari saksi menjadi tersangka pada 22 Maret 2018.

“Kami masih mencari peristiwa yang diduga pidana. Kita juga mencari 2 alat bukti permulaan yang berkaitan. Itu sudah tergambar siapa yang bisa mempertanggungjawabkan, salah satunya mantan Dirut Pertamina,” ujarnya.

Sebelumnya Kejagung juga telah menetapkan mantan Manager MNA Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Reinerius Bayu Kristanto (RBK) sebagai tersangka.

Perkara itu bermula saat 2009, ketika itu PT Pertamina (Persero) melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Projecttanggal 27 Mei 2009.

Pada pelaksanaanya, terjadi dugaan penyimpangan pada pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Akibatnya, peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31.492.851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah 26.808.244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional yang mengakibatkan kerugian keuangan negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar 31.492.851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 menurut perhitungan Akuntan Publik. (Sep)

 

Laporan : Edward (Edo).

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts