Akhirnya Usaha Air Curah Ilegal Di Jatisampurna Ditutup Pemerintah

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Dari kanan: pihak UPTD LH Jatisampurna, tengah Lurah Jatikarya Sulatifah, dan kiri pasangan pemilik usaha air curah ilegal

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Terkait keberadaan Usaha Air Curah ilegal yang tak memiliki legalitas perizinan lengkap di Jalan Kalimanggis RT01/ RW03 Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, akhirnya ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat dan Lurah.

Usaha air curah yang sudah berjalan 2 tahun lebih sejak 2015 atau 2016 lalu ini, sebelum di tutup sudah di sidak oleh Dinas LH pada minggu lalu sebanyak tiga kali, Jajaran Kecamatan dan Satpol-PP Jatisampurna dan pihak Kelurahan Jatikarya. Dengan sidak pemerintah tersebut, akhirnya usaha yang menyedot air tanah dalam skala besar itu sudah tidak boleh beroperasi lagi.

Surat Pernyataan penutupan tempat usaha ilegal yang dibuat Lurah Jatikarya atas intruksi Camat Jatisampurna, untuk pemiliknya

Penutupan tempat usaha air curah tak berizin tersebut melalui pemanggilan dari Lurah Jatikarya bersama Kasi Permasbang untuk melakukan pertemuan rapat membuat Surat Pernyataan. Dalam pertemuannya juga dihadiri oleh staf Dinas LH melalui UPTD LH Jatisampurna, dan mengundang pemilik usaha air curah bapak H.Soleh (39), diruang kerja Lurah Jatikarya, Kamis (29/3/2018).

Pada isi Surat Pernyataannya adalah untuk memastikan pemilik usaha ilegal air curah tersebut untuk menutup dan tidak beroperasi lagi mulai hari ini pertanggal (29/3/2018). Dan dalam tenggang waktu yang ditentukan hingga tanggal (7/4/2018) kedepan untuk mengangkat mesin pengeboran atau mesin penyedot airnya dipindahkan dari lokasi.

Ketua Katar Jatisampurna saat ikut bersama UPTD LH tinjau lokasi usaha air curah ilegal

Lurah Jatikarya, Sulatifah, usai rapat bersama UPTD LH dengan mengundang pemilik usaha (Soleh.red), mengatakan perihal seperti ini berdasarkan tindaklanjut dari intruksi Camat Jatisampurna pada rapat minggon selasa kemarin. “Dari rapat tadi, sebenarnya pemiliknya merasa keberatan karna menurutnya usahanya cuma kecil-kecilan, tapi saya belum tahu hitungannya seperti apa,” ujarnya.

“Memang, pada 2015 lalu kalau tidak salah pemiliknya juga pernah mengajukan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) namun tidak saya setujui. Itu dikarenakan Status Tanah yang masih bermasalah dan tidak adanya akte pendirian maupun lainnya,” tambah Lurah Sulatifah kepada zonapantau.com

Secara terpisah, Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Jatisampurna, Suryana mengapresiasi Camat Abi Hurairah dan Lurah Sulatifah dalam menindak tegas pihak swasta yang usahanya tak memiliki izin lengkap sesuai peraturan yang berlaku dalam ketentuan administrasinya atas tindaklanjut dari verifikasi sidak lapangan yang dilakukan Dinas LH ke tempat usaha air curah ilegal tersebut.

Pada sidak kedua sebelumnya yang dilakukan oleh UPTD LH kecamatan jatisampurna didampingi oleh ketua karang taruna kecamatan pada Selasa (27/3) kemarin. “Saat itu saya ikut mendampingi staf UPTD LH melakukan sidak, dan ternyata memang benar saat dilokasi usaha tersebut masih beroperasi. Padahal pada sidak pertama Dinas LH meminta kepada pemiliknya untuk tidak beroperasi lagi, namun kenyataannya disana masih berjalan usahanya,” ungkapnya.

“Itulah bukti sinegritas antara pemerintah dengan organisasi kepemudaan, sebab dengan sigap pemerintah setempat menindaklanjuti adanya laporan dari karang taruna atas usaha pihak swasta yang tak berizin tersebut,” tambah Suryana. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts