Sempat Kena Sidak Usaha Air Curah Ilegal Di Jatisampurna Masih Beroperasi

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatisampurna saat menunjukkan air yang dimasukan ke mobil tangki air di lokasi Usaha Air Curah Ilegal

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Sikap etikat tak baik dilakukan oleh pihak swasta dalam hal ini pemilik usaha air curah yang tak miliki izin lengkap kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, disuruh untuk tidak beroperasi namun masih melakukan aktifitasnya seperti biasa. Pasalnya, lokasi usaha yang tak berizin tersebut sempat di sidak oleh Dinas LH dan pihak Kecamatan bersama petugas Satpol-PP setempat.

Pihak Dinas LH melalui UPTD LH Kecamatan Jatisampurna, untuk kedua kalinya mendatangi tadi Selasa (27/3/2018) kelokasi usaha air curah tersebut dan lagi-lagi terlihat masih ada aktifitas pengiriman mobil tangki air untuk di suplay. Padahal, menurut pihak UPTD LH, jajarannya sudah mendapatkan laporan bahwa Dinas LH sudah meminta kepada pemilik usaha air curah tersebut untuk tidak beroperasi sebelum kewajiban memiliki izin lengkap.

Staf UPTD LH Jatisampurna saat menanyakan ke pekerja di lokasi Usaha Air Curah Ilegal

Staf UPTD LH Jatisampurna tersebut yakni Alex Saipuloh dan Junaedi melakukan tinjauan kembali ke lokasi usaha air curah tersebut. Kali ini staf UPTD LH setempat ditemani oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatisampurna, sebab ketua organisasi pemuda setempat tersebut ikut prihatin dengan adanya usaha yang mengambil air tanah dengan skala besar tanpa adanya legalitas perizinan yang lengkap.

Staf UPTD LH, Alex Saipuloh, mengatakan dalam tinjauan atau sidak kedua kalinya ini untuk memastikan Usaha Air Curah di jalan kalimanggis tersebut sudah tidak beroperasi. “Saya malah kaget, ternyata usaha tersebut masih beroperasi, padahal pihak Dinas LH sudah memberitahukan kepada pemiliknya agar menghentikan aktifitas pengambilan air tanah tersebut sebelum memiliki izin lengkap,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Ketua Karang Taruna (Katar) Kecamatan Jatisampurna, Suryana, mengatakan pemilik usaha air curah tersebut sepertinya tidak koperatif dengan pemerintah kota bekasi, padahal dinas LH sudah menghimbau agar tidak beroperasi terlebih dahulu sebelum mengurusi perizinannya. “Kita kawal terus persoalan ini sebagai bentuk membantu pemerintah dalam hal ini mengawasi pihak swasta dalam kelengkapan administrasinya,” tandasnya.

“Ini baru sekedar informasi, saya dengar langsung dari salah satu pekerja disana bahwa ada oknum aparat yang mengamankan usaha air curah tak berizin tersebut. Jika memang benar informasi tersebut, pastinya akan saya laporkan ke Propam Polres Metro Bekasi Kota,” pungkas Suryana kepada zonapantau.com

Himbauan untuk tidak beroperasi terlebih dahulu, masih kata Suryana, didapatnya informasi tersebut melalui pihak UPTD LH setempat disaat melakukan tinjauan kembali kelokasi Usaha Air Curah tersebut.

Terpisah, menurut Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan pemilik usaha yang memanfaatkan air dalam tanah jika tak memiliki kelengkapan perizinannya sesesuai peraturan yang berlaku dapat secara langsung di pidanakan.

“Pada peraturan terbaru, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 02 Tahun 2017 tentang CAT di Indonesia, disebutkan bahwa CAT menjadi dasar pengelolaan air tanah di Indonesia dan menjadi acuan penetapan zona konservasi air tanah, pemakaian air tanah, pengusahaan air tanah, dan pengendalian daya rusak air tanah,” jelas Dadan Ramdan melalui selulernya.

Diketahui, lokasi usaha air curah ilegal tersebut berada di Jalan Kalimanggis Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, di sekitar Plaza Cibubur yang merupakan wilayah perkotaan. Dan Lurah setempat juga tak berani menerbitkan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) karna status tanahnya yang masih bermasalah. (Yudhi)

Tonton juga videonya:

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts