Warga Pengguna KS-NIK Kecewa Pada Pelayanan RS. MKTB

 Berita Terkini, Kesehatan, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (Kesehatan) – SEMPAT ramai dibincangkan oleh masyarakat luas di Media Sosial (Medsos) beberapa hari lalu terkait Warga pengguna Kartu Sehat (KS) Berbasis NIK yang merasa kecewa atas pelayanan salah satu dokter UGD di RS. MKTB kepadanya. Warga tersebut mengecam agar oknum dokter tersebut segera diberikan sanki berat (Pecat).

Sebut saja warga yang mengecam prilaku oknum dokter tersebut, Yoh (26). “Saya akan membawa permasalahan ini ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi maupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” ungkapnya saat diwawancarai oleh awak media, Senin (26/03/18).

Semua itu dilakukannya agar tidak ada lagi kejadian yang sama terhadap pasien-pasien berikutnya. “Saya meminta dokter (YH) segera dipecat, sebagai pembelajaran kepada dokter-dokter lain agar mereka bekerja profesional dan mengedepankan kemanusiaan. Mereka itu disumpah didalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Menurut cerita Yoh sebelum permasalahan ini terjadi, dirinya terpaksa bolak-balik dari MKBT ke El, akibat salah satu oknum dokter di MKBT ditengarai tidak profesional. “Yah, lebih parahnya lagi, kami dipersilahkan pulang oleh dokter, padahal pasien masih dalam keadaan kondisi muntah-muntah,” ucap, Yoh.

Karena menganggap permasalahan ini sesuatu yang seakan sepele, kata dia pihak RS. MKBT hanya mengutus seseorang, ID,  dari bagian customer service. Sesuai tupoksinya tentu jadi bertolak belakang dengan maksud dari tujuan awak media, namun entah permainan apa yang sedang dimainkan atau sehingga tidak mau memberikan informasi.

Sementara itu, tempat yang sama, Aci Ibu Pasien juga mengatakan bahwa dirinya sangat tidak terima dan belum merasa puas dengan perlakuan ini. Memang tadi sudah ketemu dengan pihak manajemennya, tanpa kehadiran dokter (KY) yang menangani pasien pada saat kejadian.

“Seharusnya dokter tersebut wajib hadir tadi dalam pertemuan itu, ternyata tidak ada. Mereka mengakui kesalahan ini, dan meminta maaf, tapi bentuk dari minta maaf itu belum jelas bersifat apa saja,” ucapnya.

“Ingat, saya tidak akan berhenti sampai disini, terlebih saya adalah merupakan bagian dari pemerintahan kota Bekasi, kalau sama saya saja sudah mendapat perlakuan yang begini bagaimana jika yang mau berobat adalah warga biasa,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa menyangkut permasalahan tersebut pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi masih belum memberikan keterangan apapun kepada awak media. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts