Walhi: Tak Miliki Izin Lengkap Pemilik Usaha Air Curah Di Jatisampurna Dapat Dipidanakan

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Adanya usaha air curah tak berizin yang memanfaatkan air tanah diwilayah perkotaan Cibubur kota bekasi tepatnya di Jalan Kaimanggis Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, mendapat perhatian dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Belum lama Walhi membahas terkait maraknya keberadaan usaha air curah di bogor, kini kembali terjadi pemerintah kota bekasi kecolongan oleh adanya Usaha Air Curah diwilayah kecamatan jatisampurna kota bekasi ini.

Menurut Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan seharusnya jika usaha air curah tersebut sudah ada dari tahun 2015, pemerintah setempat seharusnya sudah mendata perizinanannya. “Sebab pada tahun tersebut kewenangan masih dipegang oleh Kota/kabupaten, dan pada tahun berikutnya Pemprov yang mengambil alih mengenai regulasi aturan izinnya,” ujar Dadan melalui pesan Whatsapp.

Pihak Dinas LH saat melakukan sidak ke lokasi Usaha Air Curah ilegal di Jatisampurna

“Pengusahaan air harus punya izin, kalau tidak itu melanggar hukum dan bisa dipidanakan. Izin pengusahaan air diberikan oleh Pemprov Jabar, artinya Pemprov Jabar harus tindak tegas,” kata Dadan.

Keberadaan Usaha Air Curah ilegal diwilayah Cibubur Jalan Kalimanggis Kelurahan Jatikarya yang sempat di Inspeksi Mendadak (Sidak) pada Rabu (21/3/2018) lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi dan pihak Kecamatan Jatisampurna, usaha yang mengambil air tanah untuk tujuan komersial tersebut terancam di tutup.

Ditambah lagi, pada Jum’at (23/3/2018) lalu pemilik dari usaha air curah tersebut tak memenuhi panggilan dari Dinas LH melalui surat yang dibuatkan oleh pihak Kelurahan Jatikarya. Adanya Usaha Air Curah yang menggunakan air tanah diwilayah perkotaan ini sudah seharusnya menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

Saat ditanya, Camat Jatisampurna, Abi Hurairah, diruang kerjanya mengatakan lokasi usaha air curah tersebut berada di tanah milik Hankam. “Awalnya saya tidak tau keberadaannya, karna kecolongan setelah timbul pengaduan dari masyarakar ke Dinas LH, akhirnya kita mengetahuinya ternyata disana dipergunakan untuk pengeboran air curah yang di komersilkan,” ungkapnya, Senin (26/3/2018).

“Kita berharap yang bersangkutan (pemilik air curah.red) memenuhi kewajibannya dulu artinya membuat ijinnya, izinnya dari rekomendasi, cuma rekomendasinya harus dari Dinas LH daerah setempat. Kami sebagai kewilayahan tentunya harus bisa menghantarkan yang bersangkutan untuk proses izin,” imbuh Camat Jatisampurna.

Masih kata Camat, namun ini terkait perizinannya pasti terkendala kaitan dengan kepemilikan tanahnya yang berstatus lahan bermasalah. “Tapi yang jelas kalau yang bersangkutan tak membuat izin terpaksa akan kami tutup,” tegasnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts