Disoal Camat Dan Dinas LH: Usaha Air Curah Ilegal Di Jatisampurna Kena Sidak

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Pihak UPTD LH Jatisampurna saat melakukan sidak ke lokasi Usaha Air Curah Ilegal, Rabu (21/3/2018)

ZONA BEKASI (zonapantau.com) – Di Jalan Raya Kalimanggis, Kecamatan Jatisampurna terdapat lokasi usaha air curah yang masih menggunakan air tanah, yang berada di RW03 Kelurahan Jatikarya. Ditenggarai, keberadaan usaha air curah tersebut diduga belum memiliki izin lengkap alias ilegal, menurut warga setempat usaha tersebut sudah beroperasi kurang lebih 2 atau 3 tahun sejak 2015 lalu.

Saat ditemui, Camat Jatisampurna, Abi Hurairah, mengatakan baru mengetahui keberadaan usaha air curah tersebut. “Saat pihak kita bersama Satpol-PP dan UPTD LH Jatisampurna melakukan sidak, memang lokasinya agak tertutup dengan seng yang berada didalam, jadi kalau hanya melintas dijalan itu tak terlihat lokasinya,” ungkapnya.

Gambar Lokasi usaha air curah dari arah seberang jalan

Berdasarkan informasi keberadaan usaha air curah tersebut, UPTD LH Kecamatan Jatisampurna yang juga ikut melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kelokasi usaha air curah ilegal di Jalan Kalimanggis bersama pihak Kecamatan dan Satpol pp setempat, dan memang ditemukan usaha tersebut tak memilik izin mulai dari Izin Lokasi atau Lingkungan hingga Izin Pengambilan Air Tanah.

“Ya memang benar usaha air curah tersebut tak memiliki izin satu pun,” ungkap Erfan Hikmatullah, SH saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (21/3/2018).

Pihak Dinas saat melakukan pengecekan ke ruang operator usaha air curah ilegal

Dirinya menjelaskan, usaha air curah ilegal tersebut milik dari bapak H.Soleh yang beralamat di Klender Jakarta Timur, kegiatan pemanfaatan air tanah untuk tujuan komersil tersebut di distribusikan ke Perumahan Taman Laguna, Plaza Cibubur dan Bahan Baku Air Isi Ulang.

“Bahkan informasi kedalamannya pun tidak tahu saat kita sidak kesana, dan jumlah sumur disana ada dua titik. Berdasarkan jumlah mobil tanki sebanyak 10 unit tiap harinya, berarti air tanahnya di sedot sebanyak kurang lebih 36.000 liter,” pungkas Erfan.

Selanjutnya, masih kata Erfan, pihak UPTD LH saat itu juga melakukan pemanggilan secara resmi kepada pemilik usaha air curah ilegal tersebut untuk datang ke Kantor Dinas LH pada hari Jum’at (23/3/2018) mendatang. “Kita suruh datang pada pemberitahuan pertama, tapi jika tak ditanggapi sebanyak tiga kali, terpaksa usaha tersebut akan kami segel,” ucapnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts