Hasil Pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Akhirnya di Sepakati Komisi VIII DPR RI

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA NASIONAL (Jakarta) – DARI hasil pembahasan panjang yang dilakukan sejak Januari lalu ini menyepakati komponen Direct Cost untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 sebesar rata-rata Rp 35.

Biaya ini meliputi harga rata-rata komponen penerbangan yang mencakup tiket, taksi bandara, dan passenger service charge sebesar Rp 27.495.842 yang dibayar langsung oleh jamaah haji (direct cost).

Selain itu juga meliputi harga rata-rata pemondokan di Mekkah sebesar SAR 4.450 dengan rincian sebesar SAR 3.782 dialokasikan ke dalam anggaran dana optimalisasi (indirect cost) dan sebesar SAR 668 yang dibayar oleh jamaah haji (direct cost) dengan ekuivalen sebesar Rp 2.384.760.

Panja BPIH Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kemenag juga menyepakati biaya rata-rata sewa pemondokan di Madinah sebesar SAR 1.200 dengan sistem sewa semi musim dan dibiayai dari dana optimalisasi (indirect cost).

Kemudian ditambah besaran Living Allowance sebesar SAR 1.500 yang ekuivalen sebesar Rp 5.355.000 yang diserahkan kepada jamaah haji dalam bentuk mata uang Saudi Arabia Riyal (SAR).

Akan adanya hal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Hj Wenny Haryanto, menanggapinya bahwa hasil pembahasan ini lebih rendah dari usulan awal Pemerintah yang disampaikan Menteri Agama RI pada rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI yakni sebesar Rp 35.790.982.

“Penurunan ini tetap mengacu kepada peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan, dan perlindungan bagi jamaah haji,” jelas Wenny saat diwawancarai, Selasa, 13/03/2018.

Menurutnya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 memang berbeda dengan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan tentang Pajak Pertambahan Nilai dari pemerintah Arab Saudi sebesar 5 persen.

“Selain PPN juga terdapat pajak pemerintah daerah atau baladiyah sebesar 5 persen dan kenaikan harga bahan bakar minyak di Arab Saudi hingga mencapai 180 persen,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kenaikan ini dikarenakan terjadinya fluktuasi kenaikan bahan bakar pesawat dan fluktuasi nilai rukar rupiah terhadap mata uang USD (Dollar) dan mata uang SAR yang berimbas naiknya harga terutama untuk komponen penerbangan, pemondokan, katering, transportasi darat dan biaya operasional.

“Biaya haji tersebut naik dibandingkan biaya perjalanan ibadah haji tahun sebelumnya sebesar Rp 345.290 atau sebesar 0,99 persen. Tapi kenaikan ini masih di bawah kenaikan dari harga pajak serta fluktuasi nilai tukar mata uang yang merupakan wujud komitmen Komisi VIII DPR RI dan Kemenag dalam rangka peningkatan pelayanan ibadah haji tahun ini kepada para calon jamaah haji dari tanah air serta melakukan efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji,” pungkasnya. (Dhigan)

 

Narasumber : Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Hj Wenny Haryanto.

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts