Penuhi Hasrat Individu, Masyarakat Wajib Jauhi Isu Agama dan Sara

 Berita Terkini, Nasional, Serba-Serbi
banner 468x60

ZONA BEKASI (Serba Serbi) – KOTA Bekasi kini sudah memulai hajatnya guna memilih calon kepemimpinan baru yakni Calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi untuk Periode 2018-2023. Maka dari itu adanya hajat tersebut telah mengundang banyak arti dan keinginan dari segala aspek sudut pandang setiap masyarakat lebih tinggi.

Sehingga banyak hal yang dijadikan landasan informasi yang beredar dimasyarakat guna meramaikan situasi politik Pilkada, mulai dari asumsi hingga isu yang ditebarkan. Baik itu isu sosial hingga isu Agama yang telah disebarkan oleh para oknum dalam hal Pilkada tahun ini.

Akan adanya isu tersebut, Direktur Utama BPI-RK, Machfudin Latif, selaku salah satu masyarakat Kota Bekasi angkat bicara.

Menurut dia, Pilkada Kota Bekasi adalah sifatnya politik, dimana hajat Masyarakat kota bekasi untuk dapat mampu mendapatkan sosok pemimpin idaman sesuai hati dan keinginan dari mereka sendiri (masyarakat). Lalu pilkada Kota Bekasi bukan hari ini saja terselenggarakan, namun jauh-jauh hari pun sudah dilakukan oleh beberapa lembaga yang domain kerjanya khusus membidangi pilkada itu sendiri.

“Saya yakin bahwa kawan-kawan disana sudah sangat profesional dalam menjalankan tugasnya, salah satunya terkait isu-isu Agama dan Sara yang dijadikan bahan politisasi dalam setiap pilkada dan biasa dilakukan oleh para oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab,” ungkapnya, Senin (05/03/18).

Ia juga meyakinkan bahwa masyarakat Kota Bekasi sudah sangat cerdas saat ini dalam memilah dan memilih siapa bakal calon pemimpin mereka ke depan, jadi alangkah baiknya hal-hal yang bersifat ‘Sara’ tidak digunakan dalam hal pikitisasi guna pemenuhan hasrat individu dan golongan.

“Ingat, biarlah masyarakat menilai, memilah dan memilih wakilnya tanpa ada sebuah hal-hal yang membuat suasana menjadi tak menentu nantinya. Mari kita mencoba membuka diri untuk menjadi sosok masyarakat yang bermartabat agar tidak menjadikan Agama atau Sara menjadi senjata utama guna pemenuhan politik pribadi dan golongan,” pungkasnya. (Dhigan)

 

Narasumber : Machfudin Latif.

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts