Bertahap, BPN Kota Bekasi Rilis Pelayanan Pertanahan Pada Penerima PTSL 2018

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Kepala Kantor BPN Kota Bekasi, Muhammad Irdan Ph.D

ZONA BEKASI (PTSL) – Sesuai Pasal 19 UU No.5 Tahun 1960 atau UUPA , Pemerintah di beri amanat untuk mensertifikatkan tanah diseluruh wilayah Indonesia untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan tanah.

Sampai dengan tahun 2016 sejak berlakunya UUPA dari sekitar 110 juta diseluruh Indonesia baru 50 juta bidang tanah (45 %) bersertifikat. Ini berarti sekitar 60 juta (55%) bidang tanah menjadi Pekerjaan Rumah besar bagi Pemerintahan Sekarang dan akan datang utk menuntaskan sertipikasinya.

Untuk itu dalam upaya memberikan jaminan kepastian hukum maupun perlindungan kepemilikan tanah, Kantor BPN Kota Bekasi telah melaksanakan Tupoksi dalam pelayanan pendaftaran tanah pertama kali di Kota Bekasi.

Kegiatan pendaftaran tanah pertama kali ini adalah merupakan pelayanan yang dibiayai secara sporadis oleh masyarakat (PNBP) maupun sistematis lengkap (PTSL) oleh pemerintah/APBN.

Dalam pelayanan pendaftaran tanah pertama kali baik sporadis maupun sistematis lengkap per 29 desember tahun 2017, Kantor Pertanahan Kota Bekasi telah menerbitkan sertifikat untuk sebanyak 506,114 bidang tanah. Sertipikat tanah tersebut terdiri dari HGB sebanyak 398, 606 bidang, HM 106, 459 bidang, HP 1,180 bidang, Hak Wakaf sebanyak 278 bidang, dan HPL sebanyak 34 bidang.

“Untuk tahun 2017, BPN Kota Bekasi telah menyelesaikan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kecamatan Bantargebang dengan target sebanyak 3500 bidang tanah,” kata Kepala Kantor BPN Kota Bekasi, Muhammad Irdan Ph.D, di ruang kerjanya.

Menurut Muhammad Irdan, berdasarkan data PBB, saat ini di Kota Bekasi terdapat 682, 015 bidang tanah objek pajak. “Dengan demikian BPN Kota Bekasi saat ini masih harus mendaftarkan sebanyak sekitar 176, 000 bidang tanah agar semua bidang tanah diseluruh Kota Bekasi telah bersertipikat hak atas tanah,” ujarnya.

Dalam Kabinet Jokowi-JK, maka utk merealisasikan NAWACITA Jokowi telah mentargetkan program kerja sertifikasi 60 juta bidang di Indonesia selesai pada tahun 2025 dengan pentahapan target per tahun sebanyak 5 juta untuk 2018, 7 juta di 2019, 9 juta di 2020 dan seterusnya.

Dirinya, berharap aparatur pemerintahan tingkat bawah seperti Lurah bersama RT/RW setempat dapat bersosialisasi yang sejelas-jelasnya kepada lapisan masyarakat.

“Untuk kota bekasi, Tahun 2018 ditargetkan sebanyak 35,000 bidang tanah disertipikatkan. Lokasi kegiatan pendaftaran tanah pertama kali secara sistimatis lengkap (PTSL) di lima kecamatan yaitu Bantargebang, Rawalumbu, Bekasi Selatan, dan Bekasi Barat,” terangnya.

Adapun, masih kata Muhammad Irdan, lokasi kelurahan PTSL tahun 2018 adalah Kelurahan Bantargebang, Cikiwul, Bojong Menteng, Ciketing Udik, Sumur Batu, Bojong Rawa Lumbu, Bintara, Kranji, Bintara Jaya, Jaka Sampurna, Pedurenan, Mustika Sari, Mustika Jaya, Cimuning, Sepanjang Jaya, Pengasinan, Jaka Setia, Jaka Mulya, Pekayon Jaya, Marga Jaya, dan Kayuringin Jaya.

“Setiap Tim akan berkantor di lokasi kecamatan setempat dan di bantu Satuan Tugas Fisik dan Yuridis. Satgas Fisik dilaksanakan oleh Pegawai BPN dan Surveyor Berlisensi; Satgas Yuridis dilaksanakan Pegawai BPN dibanth Aparat Kelurahan setempat,” jelasnya.

Pengakuannya, sumber pembiayaan berasal dari APBN yg dialokasikan dalam DIPA BPN Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018. Namun masyarakat masih harus membiayai pembuatan patok batas, materai, alas hak tanah dan biaya yang berkaitan dgn pajak. (Yudhi)

Oleh: Muhammad Irdan Ph.D, Kepala Kantor BPN Kota Bekasi.

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts