Masyarakat Sudah Cerdas Tak Termakan ‘Provokatif’ Pada Momen Pilkada Kota Bekasi

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik, Didit Susilo

ZONA BEKASI (Politik) – Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo, angkat bicara terkait seruan Humas Presidium Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, agar tidak memilih pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahyono pada Pemilihan Kepala Daerah Langsung Kota Bekasi nanti.

Menurut Didit, seruan tersebut merupakan hak dari Presidium 212, namun yang perlu di ingat dan di garis bawahi bahwa Presidium dan persaudaraan 212 sejatinya hanyalah sebuah wadah dalam berhimpun saja.

“Semua pasangan calon kepala daerah di Kota Bekasi itu muslim. Jadi tidak boleh mendeskreditkan ukuran keimanan seseorang,” ujar Didit Susilo, Kamis (01/02/2018).

Kemudian tentang adanya klaim satu komando dalam urusan politik, menurut Didit, klaim tersebut tidaklah benar.

“Silahkan memilih pasangan calon manapun sesuai dengan hati nurani masing-masing dengan tetap menjaga persaudaraan dan silaturahmi, karena semua pasangan calon yang berlaga di Kota Bekasi itu muslim,” kata Didit yang mengaku dirinya alumni 212 juga.

Lebih lanjut Didit membeberkan gugurnya teori tentang partai politik (parpol) penista agama ataupun penyokong gerakan 212 dalam Pilkada serentak 2018, yang menurutnya tidak relevan karena adanya saling silang koalisi dengan kepentingan masing-masing parpol.

“Mari umat (islam) bersatu dan jagalah persaudaraan. Janganlah perdagangkan suara umat untuk kepentingan kelompok ataupun pribadi,” pungkasnya. (Yudhi)

Laporan: Didit Susilo

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts