Pemalsu Surat Tanah, Pejabat di Desa Cijengkol Dijemput Paksa Polisi

 Berita Terkini, Pemerintahan
banner 468x60


KOTA BEKASI, zonapantau.com – KEPALA Desa Cijengkol Irwan Hakim dan Mantan Plt. Kepala Desa Cijengkol Kabupaten Bekasi, Karmawan Ali Syabana dijemput paksa anggota kepolisian dari Reskrim Unit Harta dan Benda (Harda)  Polresta Bekasi, lantaran terbukti melakukan pemalsuan surat tanah seluas 11.129 meter persegi milik M. Hendra warga Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Menurut keterangan pengacara M. Hendra, R. Rudi Gunadi dari Lembaga advokasi dan bantuan hukum, Rakyat Sadar Hukum Indonesia (LABH-GERASI), Sabtu (27/1/2018) bahwa semua yang terlibat / terkait dengan terjadinya proses perlimpahan hak / penempatan tanah diatas tanah milik M. Hendra yang sudah dilandasi Keputusan Pengadilan yang sudah ingkrah tersebut terancam minimal dua pasal, yaitu Pasal Pemalsuan Surat dan Pasal Penyerobotan Tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Junto Pasal 385, yang ancaman hukumannya masing – masing enam tahun penjara dan empat tahun penjara.

Meskipun dua oknum pejabat desa ini mengakui telah memalsukan surat tanah milik M. Hendra dan kedua oknum pejabat Desa Cijengkol ini meminta maaf atas kekhilafannya itu.

Penuturan Rudi kepada awak media,  pemalsuan surat tanah seluas 11.129 meter persegi milik kliennya yang berlokasi di Desa Cijengkol,  Setu,  Kabupaten Bekasi oleh dua pejabat desa Cijengkol berhasil terungkap berkat kerja keras aparat kepolisian dari Polresta Bekasi. Upaya penyelidikan aparat kepolisian dari Polresta Bekasi, berdasarkan surat laporan dari M. Hendra dengan No : LP/547/285-SPKT/K/V/2016/Resta,Bks.

“Penjemputan paksa akhirnya dilakukan pada Rabu dini hari (24/1/2018) atas perintah Kasat Reskrim Polresta Bekasi, Kanit Harda, Tri beserta anggota lainnya menjemput Irwan hakim, Kepala Desa Cijengkol  dan Mantan Plt. Kepala Desa Cijengkol, Karmawan Ali Syahbana,” jelas Rudi.

Penjemputan itu dilakukan oleh pihak penyidik dikarenakan sudah kali dua janji, Kepala Desa Cijengkol Irwan Hakim mangkir atas panggilan aparat kepolisian.

“Kepala desa bilang mau datang tapi sudah dua kali menghindar dan tidak datang ke kantor polisi,  akhirnya penyidik dari Unit Harda (Harta dan Benda)menjemput dua pelaku di kediamannya, “ungkap Rudi.

Kedua pelaku pun dimintai keterangannya oleh polisi perihal objek tanah sesuai Keputusan Pengadilan yang sudah ingkrah, yang diantaranya para tergugat yang dikalahkan bernama : BONAH, ROM dan MIJI dengan batas – batas tanahnya.

Dua oknum tersebut akhirnya mengakui bahwa tanah milik M. Hendra yang telah dilandasi oleh Keputusan Pengadilan yang sudah ingkrah tersebut adalah benar adanya dengan luas tanah 11.129 meter persegi yang terletak di Kampung Lubang Buaya, RT 001/ RW 004, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Mantan Plt Kepala Desa Cijengkol  Karmawan Ali Syabana mengakui bahwa dia telah khilaf melakukan kekeliruan menanda-tangani surat – surat transaksi pelimpahan hak atas  tanah milik M. Hendra ketika dia menjabat Plt Kepala Desa Cijengkol.

Sementara saat diminta tanggapannya terkait kasus pemalsuan tanah di Desa Cijengkol miliknya, M.  Hendra membenarkan bahwa kasus tersebut  sudah berhasil diungkap aparat kepolisian.

Bahkan M. Hendra pun menambahkan jika Karmawan secara langsung melalui handphonenya meminta maaf  atas kekhilafannya telah melakukan kekeliruan di tanah miliknya.

“Karmawan juga akan mengembalikan uang kepada pihak pembeli tanah milik saya yang surat – suratnya pernah ditanda-tangani, diantaranya Mohamad Yusuf, MM dkk,” ucap Hendra.

Kepada Karmawan,  ia meminta agar mantan plt kepala Desa Cijengkol ini memberi tahu kepada warga yang masih menempati diatas tanah miliknya  untuk segera mengosongkan / membongkar rumah tempat tinggalnya, supaya tidak lagi terancam dengan tuduhan penyerobotan dan penggelapan tanah yang akhirnya akan lebih berat lagi kerugiannya, tutur M. Hendra. (*)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts