SMPN 9 Kota Bekasi Akan Gelar TOBK 2018 Pertama

 Berita Terkini, Pendidikan
banner 468x60
Foto Seusai Penyelenggaraan TOBK 2018 SMPN 9 Kota Bekasi.

Foto PersiapanPenyelenggaraan TOBK 2018 SMPN 9 Kota Bekasi.

KOTA BEKASI, zonapantau.com – MULAI Tanggal 26-27 Januari 2018, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Kota Bekasi akan menggelar Try Ouy Berbasis Komputer (TOBK).

Menurut pengakuan Kepala SMP Negeri 9 Kota Bekasi, Dwi Kusdinar, Kamis (25/01/18), sejak awal tahun ajaran 2017-2018 dirinya bertekad untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT).

“Tidak hanya itu saja, sekolah kami pun juga pada ujian tahun ini bertekad untuk memperoleh nilai ujian terbaik. Maka itu, dalam upaya tersebut sekolah sangat serius menangani Pendalaman Materi (PM),” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa PM perkelas hanya diikuti 20 orang siswa. Setiap siswa dalam satu pekan mendapatkan 2 kali bimbingan, dalam setiap kali bimbingan ada evaluasi sehingga para siswa pengajar PM memiliki data tentang kemajuan siswa.

“Nah, dari data inilah pengajar  memetakan siswa mana saja yang termasuk fast leaner dan  siswa mana  yang dalam kategori detail leaner,” ungkapnya.

Setelah berhasil, kata dia akan didiagnosa maka masing-masing mendapat treatmen yang berbeda. Lalu, setelah berjalan hampir 4 bulan, maka dilakukan Try Out ke-1 pada Desember 2017.

Ia juga memaparkan dari hasil Try Out dianalisis kembali untuk mendiagnosa pada bab mana saja siswa memiliki kelemahan, setelah itu dilukakan treatmen khusus. “Kami sangat bersyukur jika hasil TO 1 dan 2  nilai siswa tidak begitu menggembirakan, sebab dari situlah akhirnya kami  bisa mendeteksi kelemahan-kelemahan siswa dalam mengerjakan ujian nasional kelak,” tuturnya.

Lalu mengapa TO 2 harus diselenggarakan TOBK atau Try Out berbasis komputer..?

“Tentu saja TOBK ini bertujuan untuk membiasakan para siswa dalam mengerjakan soal-soal ujian dengan menggunakan perangkat komputer, karena penyelenggaraan TOBK ini disain sebagaimana pelaksanaan UNBK, peserta akan dibagi kedalam 4 ruangan, setiap ruang disiapkan untuk 34 komputer klien, karena peserta UN SMPN 9 hanya berjumlah 396 siswa, maka penyelenggaran dibagi menjadi 3 shift,” jelasnya.

“Dengan penyelenggaraan ini kami mengharapkan agar para siswa/siswi ketika menghadapi ujian nasional berbasis komputer tidak ada yang merasa gaptek,” cetusnya.

Ia juga mengatakan bahwa TOBK ini akan diselenggarkan 3 tiga kali, hari ini merupakan TOBK Ke 1, berarti masih ada 2 kali lagi TOBK. Lalu, ditambah dengan simulasi UNBK dari kementrian  2 kali lagi, maka besar kemungkinan tidak ada lagi para siswa yabg gaptek dalam pelaksanaan UNBK.

“Sebagaimana diketahui bersama bahwa UNBK adalah ujian yang menjujung tinggi kejujuran, maka pemerintah menjadikan sekolah penyelenggara UNBK sebagai sekolah yang berintegritas. Jika ada desas desus bahwa siswa peserta UNBK nilainya dikonversi untuk memberikan penghargaan atau reward karena UNBK dianggap ujian yang berbasis kejujuran,” ujarnya.

Sungguh pernyataan yang ironis dan mengada-ada, sebab bagaimana ujian ini dikatakan jujur padahal nilai yang didapat para siswa berasal dari hadiah. Sekali lagi saya mengecam keras jika ada pernyataan tersebut. Karena hal itu sangat melukai dan mencederai upaya kejujuran yang dimanifestasikan dalam ujian berbasis komputer yang nota bene  mengedepankan nilai integritas diri,” pungkasnya. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts