Warga Kecewa Proyek Peningkatan Jalan Bojongkulur Buruk

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Jalan coran yang mengering terlihat menggumpal

ZONA BOGOR (Gunung Putri) – Warga Kampung Bubulak RW05 Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, mengeluhkan pengerjaan proyek Pemerintah Pengecoran di Jalan Raya Bojongkulur. Pasalnya, pengecoran tersebut terlihat amburadul dalam pengerjaannya.

Adi (25) warga RW05, mengungkapkan pada dua minggu lebih yang lalu saat pengecoran lanjutan terlihat dititik depan Gor Badminton Aneka Sport sangat tak bagus pengerjaannya.

Perbedaan coran pada lanjutan peningkatan jalan bojongkulur

“Saya liat proses pengecoran di depan Gor dan olahan semen yang keluar dari molen seperti sudah hampir mengeras. Hasilnya, keesokan harinya disaat corannya sudah keras terlihat menggumpal,” kata Adi, Selasa (26/12/2017).

Adi juga membeberkan, dari awal pengerjaan untuk dasar pengecorannya terlihat tak rata. “Walaupun cuma dasarnya, seharusnya dibuat rata antara sisi sama sisi agar hasilnya bagus saat proses pengecorannya. Hasilnya terlihat disaat coran kering permukaan jalan tak rata dan bergelombang,” tambahnya.

Plang proyek yang terpampang di pinggir jalan

“Kenapa kita kecewa, sebab kita bayar pajak PBB, dan program jemput bola oleh RT RW setempat berjalan dengan baik dengan menghasilkan pajak bumi bangunan rumah warga yang maksimal. Terbukti 90 persen warga desa bojongkulur tercatat di tahun ini saja bayar PBB nya lancar. Artinya, saya berhak protes dengan hasil proyek pemerintah yang mengecewakan,” tandasnya.

Hal senada juga juga dikatakan Prida (35) warga RW04, dirinya mengatakan dari awal pada proses pengecorannya dari tahap ke tahap lanjutan sambungan tak pernah melihat pihak pengawas dari dinas terkait.

Pagu anggaran proyek pembangunan diwilayah Kecamatan Gunungputri

“Kalau ada pengawas dari dinas terkait pasti hasil pengecorannya bagus, plastik sebagai alas pengecoran pun hanya sisi ujung kiri dan kanan, tidak full. Tapi lihat aja sendiri kang, tidak perlu orang yang mengerti yang awam pun soal pembangunan dapat menilai hasilnya,” ucap Prida kepada wartawan.

Dirinya pun menyayangkan sikap Dinas terkait khususnya pada UPT PUPR setempat yang terkesan cuek mengawasi pihak ketiga dalam hal ini kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah bidang peningkatan jalan.

“Saya kecewa dengan hasilnya, karna kita berbatasan dengan daerah Kota Bekasi, sangat beda ya proses pengecoran peningkatan jalannya. Kalau di kota bekasi pihak kontraktor terlebih dahulu melakukan pemadatan dasarnya agar rata sisi sama sisi kiri dan kanan, kalau disini yang diratakan hanya jalan berlubangnya saja memakai coran biasa,” ungkap Prida.

Diketahui, pihak ketiga atau kontraktor sebagai penyedia jasa mengerjakan peningkatan di Jalan Wanaherang – Bojongkulur Paket IV, dari PT. Karya Papindo Jaya, nilai kontrak yang terlihat dari plang proyek dipinggir jalan dengan pagu anggaran Rp 3,663,656,000. Dan konsultannya dari PT. Triexnas.

Diselembaran buku sosialisasi titik-titik lokasi pengerjaan proyek di Kecamatan Gunungputri, untuk paket proyek peningkatan Jalan Wanaherang – Bojongkulur pada Paket IV, adalah dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp 4,117,590,000. Entah ada perubahan terkait pagu anggaran untuk proyek peningkatan jalan tersebut, jadi jika di minuskan sebesar Rp 453,934,000. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts