Ayo Intip Penjelasan Pengamat Politik Soal Ketua Partai Gagal Mencalonkan Calwalkot Bekasi 2018

 Berita Terkini, Serba-Serbi
banner 468x60

KOTA BEKASI, zonapantau.com – SEMANGAT pertama kali mendeklarasikan diri dari dua Ketua partai yang maju mencalonkan diri sebagai Calon Walikota (Calwalkot) Bekasi di Pemilihan Kepala Daerah 2018 kini menjadi buah bibir bagi masyarakat luas.

Sebut saja Ketua dua partai tersebut, Heri Koswara selaku Ketua DPD PKS Kota Bekasi yang digantikan oleh Sutriyono selaku Anggota DPR RI Fraksi PKS, dan Anim Imanudin juga selaku Ketua DPC PDIP Kota Bekasi yang juga digantikan dengan Mochtar Mohammad (M2).

“Fenoma ini adalah hal yang lumrah karena disetiap partai politik yang mempunyai caranya tersendiri untuk memenangi dalam Pilkada 2018,” ujar Dosen STIR Tribuana, Suroyo yang juga sebagai Pengamat Politik, Jum’at (08/12/17) pagi tadi.

Dalam dunia politik, kata Suroyo hal tersebut tidak diharamkan dan dianggap sah – sah saja, karena bagaimanapun setiap Ketua partai yang mencalonkan menginginkan kemenangan. “Pada prinsipnya ini tidak melanggar aturan, melainkan sebuah cara untuk mendongkrak kemenangan secara instan,” paparnya.

Namun Dalam politik seni ini di sebut sebuah anomali atau krisis kepercayaan sebuah pimpinan pusat partai kepada para anggotanya. “Artinya sistem partai politik sebagai perekrut kader calon pemimpin telah gagal, partai terjebak hal yg instan dan Takut kalah,” tandasnya.

“Intinya, Ketua DPC/DPD harus legowo dengan keputusan pusat, ini hanya berbicara kemenangan bukan elektabilitas ketuanya,” pungkasnya. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts