banner 468x60

6 Bulan Tunjangan Sertifikasi Guru PNS di Kota Bekasi Belum Keluar

 Berita Terkini, Nasional, Pendidikan
banner 468x60
Foto Presiden RI, Ir. Joko Widodo Saat Memberi Sambutan Kepada Para Guru se-Indonesia

Foto Presiden RI, Ir. Joko Widodo Saat Memberi Sambutan Kepada Para Guru se-Indonesia

ZONAPANTAU.COM (Nasional) – DALAM acara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI Ke-72 yang terselenggarakan di Stadion Candra Bhaga Kota Bekasi kemarin, Sabtu 02 Desember 2017, Presiden RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) memberi pesan kepada setiap Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten untuk tidak membebankan tugas – tugas para guru dalam administrasi.

“Jika para guru merasa terbebani dari administrasinya, maka dalam proses mengajar pastinya tidak akan fokus,” ucap Jokowi didalam sambutannya di depan puluhan ribu para guru se-Indonesia.

Tunjangan profesi para guru merupakan bukti komitmen Pemerintah untuk mendorong kualitas guru melalui pemenuhan kesejahteraan. Maka dari itu dalam pencairan tunjangan profesi, kenaikan pangkat, sertiflkasi serta infasing bagi guru swasta agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri untuk proses pembelajaran secara berkualitas.

“Ingat, tunjangan pendidikan untuk para guru dan tenaga pendidik dari Pemerintah agar diterima secara tepat waktu serta tepat sasaran dalam jumlahnya,” harap Jokowi kepada seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia dalam mensejahterakan para guru.

Ternyata apa yang disampaikan oleh Presiden RI tersebut untuk kesejahteraan para guru dalam tunjangannya berbalik berbeda dengan nasib guru, khususnya Guru PNS yang ada di Kota Bekasi soal tunjangan sertifikasi sampai saat ini tidak kunjung keluar, alias ‘Nol’.

Hal tersebut dibenarkan oleh guru bernama Rizal (45) yang mengajar diwilayah Pondok Gede seusai menghadiri acara peringatan HGN dan HUT PGRI Ke-72 di Stadion Candra Bhaga Kota Bekasi bersama teman – temannya. “Pernyataan Presiden soal tunjangan sertifikasi yang dianjurkan tepat waktu untuk para guru ko berbeda dengan apa yang kita rasakan disini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa tunjangan sertifikasi milik para guru sudah dua triwulan dari bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember belum keluar. “Padahal teman satu profesi kami diluar daerah Kota Bekasi sudah keluar,” katanya.

Terkait keluhan para Guru PNS itu, Tengku Imam Kobul Moh Yahya. S selaku Direktur Sosial dan Pendidikan LSM Sapulidi mangatakan bahwa secara umu penyebab terlambatnya tunjangan sertifikasi guru bisa jadi diakibatkan, dapodik belum up-date dan dapodik yang sudah up-date tetapi belum memenuhi persyaratan, seperti kewajiban jam mengajar tatap muka kurang dari 24 jam.

Kemungkinan juga, kata Bang Imam permasalahan itu dikarenakan ijazah yang dimiliki tidak linear dengan tugas mengajar, atau bisa jadi NUPTK nya di sekolah negeri, tetapi sertifikasinya disekolah swasta. “Nah, apabila di salah satu Kabupaten/Kota persyaratan pencairan belum dipenuhi oleh guru, maka akan tertunda pula pencairannya,” ungkap Bang Imam, Minggu (03/12/17) kepada zonapantau.com

“Proses pencairan Tunjangam Propesi Guru (TPG) untuk tingkat Sekolah Dasar harus berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen, dan dibuat secara kolektif per-jenjang. Jadi kalau ada yang belum up-date atau tidak memenuhi persyaratan, bisa terganggu pencairan secara umum untuk tingkat Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (Dhigan)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts