banner 468x60

Bumdes Tlajung Udik Diduga Tipu Ratusan Juta Terkait Sewa Lapak Fasum Perum GBJ

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Mediasi para korban penipuan di aula kantor kecamatan gunungputri

BOGOR (Gunungputri) – Puluhan warga perumahan Griya Bukit Jaya (GBJ) sebsagai calon pembeli lapak berbentuk jenis auning untuk berdagang merasa ditipu terkait dugaan penggelapan uang pembelian lapak oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Dugaan penggelapan uang tersebut total kerugian dikisaran 200 juta rupiah lebih dari 34 calon pedagang yang menjadi korbannya.

Penggelapan uang penyewaan milik korban calon pedagang di perum GBJ, juga ada korban dari luar wilayah. Pungutan uang penyewaan lapak tersebut dilakukan atasnama Johan Tandap Sibarani sebagai pengelola pedagang di perum GBJ melalui naungan Bumdes setempat, yang mengaku data yang dipegang jumlah konsumennya sebanyak 94 warga.

Kemeja biru (Johan Sibarani) bersebelahan dengan Kasi Kecamatan Gunungputri

Raut kesal nampak disejumlah wajah Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi korban datang dipelataran kantor kecamatan gunungputri, Senin (27/11/2017).

“Yang terdata melaporkan kesaya baru sekitar 34 korban. Bumdes melalui atasnama Johan T. Sibarani melakukan pungutan pembelian lapak kepada ratusan warga yang menjadi korban penipuan,” ungkap Melda Perangin-angin sebagai kordinator pedagang yang menjadi korban.

Kedatangan para korban tersebut juga dihadiri oleh oknum Johan Sibarani didampingi oleh Kasi Kecamatan setempat sebagai penengah.

Namun dalam pertemuan tersebut tak dihadiri oleh camat, sehingga tak menemukan hasil maupun solusi. Padahal pada pertemuan sebelumnya dihadiri camat dan koramil setempat, Johan Sibarani membuat ‘Surat Pernyataan’ yang isinya oknum tersebut bersedia bertanggungjawan namun kenyataan pada pertemuan ini tidak ada hasilnya.

Melda juga menuturkan, kedatangan puluhan warga ke kantor kecamatan gunungputri perihal keluhan pedagang yang menjadi korban penipuan oleh Bumdes Tlajung Udik melalui Johan Sibarani. “Sebelumnya sejumlah warga yang berminat memiliki kios tersebut sudah membayarkan uang muka tahap satu kepada Bumdes, namun tidak ada kejelasan soal pengembalian uang muka selama berbulan-bulan tersebut membuat warga geram,” bebernya.

“Besaran uang muka ke bumdes berkisaran mulai dari 6 juta hingga 22 juta rupiah. Jadi, satu pedagang bervariatif ada yang ambil lebih dari satu lapak,” paparnya.

Diketahui, menurut pengakuan para korban kedatangannya ke kantor kecamatan sudah ketiga kalinya namun tak membuahkan hasil. “Sebelumnya, kita juga sudah empat kali mendatangi kantor desa tlajung udik, namun pihak desa sama sekali tak memberikan solusi padahal awal pungutannya melalui bumdes setempat,” ucapnya.

Besaran pungutan lapak auning berdagang, untuk Kuliner dan Fashion sebesar Rp 12 juta/ per lapak dan lapak jenis Sayuran sebesar Rp 10 juta. (Yudhi)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts