banner 468x60

Anggota Dewan Menilai Pembangunan Wisata Kuliner Tidak Sesuai Kajian Lingkungan dan UU

 Berita Terkini, Pemerintahan
banner 468x60

ZONAPANTAU.COM (Kota Bekasi) – HEBOHNYA permasalahan soal pembangunan kawasan wisata kuliner (KWK) Danau Duta Harapan dalam sorotan kaca mata publik seperti warga wilayah Kecamatan Bekasi Utara belakangan ini telah menjadi tranding topik hangat bagi warga sekitar Kecamatan itu sendiri.

Karena permasalahan terkait pembangunan kawasan wisata kuliner Danau Duta Harapan yang nantinya akan diratakan dan akan diubah menjadi vertikal garden ini dinilai cukup menguras tenaga dan pikiran bagi warga sekitar lingkungan.

Karena itu, Anggota Dewan Dapil IV Kota Bekasi, Syaherallayali sampai turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Syaherallayali mengatakan bahwa Kios – kios kuliner yang sudah berdiri tegak akan diratakan, karena warga sekitar tidak menyetujui adanya pembangunan tersebut. “Ya itu akan digusur, bangunan lama akan digusur juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya bangunan itu harus menyesuaikan bentuk dengan vertikal garden, dan tidak akan digusur semua.

Dia juga mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui pasti pembangunan penataan kawasan wisata kuliner Danau Duta Harapan. “Saya tidak tahu, dan saya sempat menghentikan beberapa hari lalu secara pribadi dengan mendatanginya,” kata Ral.

“Saya menilai, pembangunan itu tidak sesuai kajian lingkungan dan undang undang (UU) no. 28 tahun 2015. Karena sudah menyalahi aturan, dikarenakan adanya batasan Garis Sempadan Sungai (GSS) dan Danau,” jelasnya.

“Nah, posisi bangunan itu kan minimal ke 50 meter hanya sekitar 15 meteran. Artinya hal tersebut telah menyalahi aturan,” Cetusnya.

Dalam pesoalan ini kan kita melihat porsinya, supaya ada pertimbangan lain. “Lalu kita akan pindahkan ke belakang, menebang pohon, karena menebang pohon berarti bisa kembali lingkungan hidupnya yang bermasalah,” punglasnya. (Dhigan)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts