Atasi Banjir, PUPR Pakai Jurus Dana Darurat Pemkot Bekasi

 Berita Terkini, Pemerintahan
banner 468x60

 

Foto Saat Kepala Dinas PUPR Tinjau Banjir Ciketing Udik Bersama Wali Kota Bekasi

Foto Saat Kepala Dinas PUPR Tinjau Banjir Ciketing Udik Bersama Wali Kota Bekasi

ZONAPANTAU.COM (Kota Bekasi) – PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, melalui Dinas PUPR  sampai ini masih mengevaluasi banjir yang terjadi di wilayahnya Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang. Banjir yang diakibatkan oleh saluran air tersumbat itu telah menjadi penanganan cukup ekstra.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Ardhianto mengatakan bahwa sementara langkah jangka pendek saat ini Pemkot Bekasi akan membangun dan melakukan penambahan saluran air di beberapa lokasi tersebut.

“Penambahan saluran dipasang U-Ditch, dan menormalisasi saluran air dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya genangan air hingga banjir diwilayah ciketing udik, terutama di daerah Komplek P dan K.

Guna memberikan solusi penanganan terhadap penggalian saluran pembuangan air itu, kata dia banjir yang menggenangi rumah warga selama delapan hari itu disebabkan karena curah hujan yang memang terpantau cukup tinggi.

“Lalu, penyebab kedua adalah adanya kendala berupa tanah longsor sedalam sembilan meter saat pengerjaan penggalian saluran air baru di belakang kantor Kelurahan Cikeuting Udik,” tambahnya.

Ia juga memberikan solusi berupa sodetan dengan menambahkan saluran air kembali berdiameter 60 sentimeter di bagian hilir, dan dalam penambahan saluran air itu pun akan menggunakan dana darurat milik Pemerintah Kota.

“Karena ini bersifat mendesak dan darurat, maka akan digunakan dana darurat,” tutur Tri.

Lalu dia pun mengungkapkan bahwa penanganan darurat ini akan segera dituntaskan oleh jajarannya, terutama Dinas PUPR dalam waktu satu pekan. “Pokoknya ini ditargetkan satu pekan selesai,” cetusnya.

Segala bantuan telah dikerahkan pada para pengungsi banjir. Ia menyebut telah mengerahkan Dinas Sosial untuk kebutuhan logistik dan dapur umum, serta Dinas Kesehatan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. “Tapi sebenarnya yang menjadi fokus adalah sodetan ini,” ujarnya.

Intinya, kata Tri tugas Dinas PUPR untuk saat ini akan fokus terhadap penambahan saluran air di bagian hilir, yakni persis di belakang kantor Kelurahan Cikeuting Udik. “Sebelumnya Kelurahan Cikeuting Udik memang sudah melakukan pengajuan untuk penambahan saluran air, mengingat kelurahan itu kerap kebanjiran setinggi 20 hingga 30 sentimeter.

Dalam penambahan saluran air yang memiliki panjang total 380 meter itu, sekitar 250 – an dari panjangnya saat ini telah selesai. Sedang proses, tapi terkendala longsor, jadi banjir. “Sehingga ada penambahan saluran air lagi secara darurat,” pungkasnya.

Tambahan saluran air berdiameter 60 sentimeter itu, dikatakannya akan dipasang di sebelah saluran lama berdiameter 60 sentimeter. Sehingga, nantinya air yang telah masuk dari hulu yang melewati saluran air bediameter 80 cm akan segera keluar melalui saluran air berdiameter 120 sentimeter.

Walaupun begitu, pihaknya saat ini juga akan melakukan pengerukan tanah yang longsor sedalam sembilan meter terlebih dahulu. Setelah itu, akan dilakukan pemasangan saluran air baru, yang nantinya akan bermuara pada polder Ciketing Udik yang saat ini masih tahap pembangunan.

“Tujuan besarnya adalah pada polder Ciketing Udik yang akan menampung air yang mengalir dari seluruh wilayah Ciketing Udik, tidak hanya warga Rt/RW tertentu saja,” tutupnya. (Dhigan)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts