Soal PLTs, Kota Bekasi Dapat Pujian Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian LHK

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONAPANTAU.COM (Kota Bekasi) – DIREKTUR Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. R. Sudirman MM yang didampingi Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi, Rabu 22 November 2017 tiba di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu untuk mengecek alat Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PLTs).

Dalam meninjau lokasi Pengelolaan Listrik Tenaga Sampah Sumur Batu Bantar Gebang Kota Bekasi dihadiri pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi dan Komisaris Utama PT Nusa Wijaya Abadi Tedi Sujayanto.

Menurut penjelasan dari pihak PT. NWA, bahwa pengelolaan sampah berbasis Listrik ini membutuhkan 5 unit untuk mengolah sampah, sehingga sampah yang telah di kelola antara perhari bisa mencapai 100 – 150 ton, baru bisa menjadi tenaga listrik. Apa bila nanti sesuai target menjadi 2500 ton per hari, baru bisa menghasilkan 3400 watt, dan bisa di berdayakan untuk Listrik di Kota Bekasi.

Lanjut, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sudirman mengatakan bahwa Kota Bekasi ini merupakan kota pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi dalam mengubah sampah menjadi listrik.

“Mudah – mudahan Kota Bekasi nantinya bisa menjadi percontohan bagi kota dan kabupaten lainnya, jika kota dan kabupaten yang ada di Indonesia menerapkan seperti yang ada di Kota Bekasi, maka persoalan sampah akan selesai dan Indonesia tidak akan ada yang namanya kekurangan energi,” harapnya.

Tempat yang sama Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi juga mengungkapkan, pembangunan PLTs Sumur Batu ini murni tidak menggunakan dana APBD.  ”Karena yang membangun dan mengelola pembangkit listrik tenaga sampah ini dari pihak swasta,” tambahnya.

Teknologi pemusnahan sampah berbasis energi ini, kata Rahmat nantinya akan dikelola penuh oleh pihak ketiga tanpa menggunakan APBD Kota Bekasi. “Bahkan dalam hal ini Pemkot Bekasi akan mendapatkan kompensasi dari produksi listrik berbahan sampah dari pihak swasta. Dan keuntungan lainnya, volume sampah yang ada di Kota Bekasi akan terus berkurang sehingga alokasi dana bagi perluasan lahan TPA bisa ditekan,” ulasnya.

Sementara Komisaris Utama PT Nusa Wijaya Abadi Tedi Sujayanto menjelaskan bahwa uji coba pengelolaan sampah menjadi energi listrik tersebut berjalan dari bulan Maret 2017, lalu untuk MOU pengelolaannya sudah dimulai sejak 2015. “Saat ini investasi yang telah masuk sekitar 2,4 T sesuai standar Peraturan Menteri ESDM no. 12.

Terkait kontraknya dengan Pemerintah Kota Bekasi sudah mencapai 34,6 MW dari hasil pembakaran sampah 4982 Ton per hari, lalu kedepannya bisa mencapai 2500 Ton per hari. “Dalam operasi yang kita lakukan tidak melakukan pencemaran, karena ini bukan insenelator, tapi kita menggunakan reaktor 1200 derajat celcius sehingga dapat membakar sampah kurang dari tiga detik,” jelasnya.

“Nah, keuntungan bagi warga Kota Bekasi, nantinya sampah bisa menjadi energi tenaga listrik, dan bisa mengurangi gunungan sampah yang ada di TPA Sumur Bekasi,” pungkasnya. (Dhigan)

 

Laporan : Ndoet.

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts