banner 468x60

Belum Ada Ijin, Puluhan Warga Bojong Menteng Mendesak Kegiatan Pabrik Dihentikan

 Berita Terkini, Pemerintahan, Serba-Serbi
banner 468x60

ZONAPANTAU.COM (Kota Bekasi) – PULUHAN warga Kelurahan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, mememinta kegiatan pabrik yang berlokasi di wilayah RT 003 RW 04, dihentikan, karena dianggap menggangu kenyamanan lingkungan warga sekitar.

Supriyatno salah seorang perwakilan warga mengungkapkan, setiap hari pabrik produksi Air Conditioner (AC), mengeluarkan suara bising, serta merusak lingkungan dari kegiatan pengecatan mobil.

“Kami merasa terganggu sekali dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh pabrik AC diwilayah kami,” ungkapnya kepada zonapantau.com, Jumat (17/11/17).

Selain itu, PT Fuji AIRE yang berdiri ditengah permukiman warga,  tidak mengantongi ijin. Bahkan, pabrik yang telah beroperasi Selama tiga bulan itu, kata warga belum pernah melakukan sosialisasi atas penggunaan bangunan tersebut kepada warga.

“Ijin dari warga tidak ada, tiba-tiba bangunan itu sudah ada, kegiatannya, memproduksi AC,” cetus dia.

Sebelumnya, warga mengetahui bahwa bangunan seluas 800 meter persegi itu, hanya digunakan untuk usaha bengkel mobil. Namun, bengkel itu ternyata sebagai kamuflase untuk menutupi kegiatan pembuatan alat pendingin bagi kendaraan mobil box.

“Kami merasa dibohongi, warga tahunya bangunan itu buat usaha bengkel, tapi nyatanya malah memproduksi AC buat mobil box,” ujarnya.

Beberapa perwakilan warga yang mencoba menemui pihak pabrik tidak mendapat respon. Pihak pabrik tidak berkenan menanggapi keluhan warga yang mempertanyakan ijin pabrik dan kegiatan yang telah mengganggu ketentraman dan kenyamanan warga sekitar.

“Kami sudah mencoba mendatangi pihak pabrik untuk meminta penjelasan, tapi mereka tidak mau komentar jauh,” ucap Supriyatno saat menirukan pembicaraan dari pihak pabrik.

Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini pihak Kelurahan atau Kecamatan lanjut Supriyatno juga tidak bisa menjelaskan kepada warga yang keberatan terkait pendirian pabrik tersebut.

Warga juga mempertanyakan kepada pihak kelurahan maupun kecamatan, apkah pabrik ini sudah mendapat ijin atau tidak. “Jika pihak kelurahan atau kecamatan memberikan rekomendasi ijin kepada pabrik, maka ijin itu menyalahi aturan, sebab, tidak ada tanda tangan dari warga sekitar,” pungkasnya. (Dhigan)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts