banner 468x60

Soal Tembok Pabrik Jebol Banjiri Pemukiman Warga, Terungkap PT.PPU Tak Beramdal

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Terlihat para muspika yang mendampingi warga Perum Limus Pratama melakukan mediasi kepada pihak PT.PPU

ZONA BOGOR (Cileungsi) – Menindaklanjuti permasalahan banjir air bah akibat tembok selokan milik perusahaan PT. PPU yang jebol memasuki ke pemukiman warga perumahan. Muspika Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor dampingi warga yang terdampak untuk melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, Selasa (14/11/2017).

Ternyata, dalam pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan sudah dilakukan sebanyak 7 kali, selain tembok selokan yang ambruk, itu juga termasuk permasalahan yang lainnya seperti masalah Tata Kelola Lingkungan hingga persoalan penyaluran CSR yang tak pernah ada dari perusahaan sejak 20 tahun silam.

Lokasi tembok pembatas milik PT.PPU yang jebol akibat air selokan yang meluap

Unsur muspika yang hadir sebagai penengah terkait persoalan lingkungan warga, antara lain Kepala Desa diwakilkan oleh Satgas Desa, perwakilan Kecamatan Kanit Pol-PP, perwakilan Kapolsek Kanit Bimaspol dan Babinkhamtibmas Endang, perwakilan Danramil Kanit Babinsa. Untuk perwakilan lingkungan warga didampingi oleh Al Hafiz Rana bersama Ketua RT 10, 11, 12 dan RW 06.

Diketahui, dari data yang ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akibat air bah dari selokan milik PT. PPU yang masuk ke lingkungan pemukiman warga perumahan. Selain itu, selain rumah warga yang terdampak, juga Fasos/fasum perumahan ikut rusak.

Gerbang PT.PPU yang tidak memilik Plang nama pabrik

Al Hafiz Rana, yang merupakan warga RW 06 Desa Limusnunggal, menjelaskan atas kesepakatan pertemuan mediasi antara warga terdampak yang didampingi oleh muspika setempat dengan pihak PT. PPU, dirinya mengatakan tiap warga yang terdampak diganti rugi sebesar Rp 500 ribu/ KK. “Untuk kendaraan yang rusak dan fasos/fasum warga akibat banjir juga akan diganti rugi oleh pihak perusahaan,” terangnya kepada zonapantau.com

Banyak persoalan yang menyangkut PT. PPU, selain masalah banjir hingga CSR yang tidak tersalurkan kepada warga sekitar. Juga persoalan masalah perizinan yang diduga belum dimiliki oleh PT. PPU, antara lain izin Amdal yang disinggung oleh Kanit Bimas Polsek Cileungsi bersama warga yang diungkapkan disaat mediasi berlangsung dengan pihak perusahaan.

Terlihat, didalam lingkungan pabrik plang nama perusahaan selain PT. PPU, selain itu perusahaan tersebut bukan hanya memproduksi bahan material bangunan yang terbuat jenis dari plastik/ fiber saja. Ternyata, didalam PT. PPU tersebut juga terdapat produksi pembuatan biji plastik.

Terpisah, usai mediasi Kanit Pol-PP Kecamatan Cileungsi, Suryadi, mengatakan pihaknya akan terus pantau lingkungan warga pasca terdampak banjir air bah akibat tembok salurah drainase milik PT. PPU jebol. “Akan saya pantau terus hasil dari kesepakatan pihak perusahaan yang katanya mau ganti rugi ke warga hingga terealisasi. Akan tetapi terkait lingkungan warga jangka panjangnya pun juga harus diperhatikan oleh perusahaan yang bersangkutan,” ucapnya. (Yudhi)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts