banner 468x60

Walkot Bekasi Buka Festival Generasi Unggul

 Berita Terkini, Pemerintahan
banner 468x60

ZONAPANTAU.COM (Bekasi) – MINGGU, 5 November 2017  Walikota Bekasi, DR. Rahmat Effendi telah membuka Festival Generasi Unggul yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi.

Hadir mendapingi dalam festival yang bertempat di Stadion Sepakbola Muda Jaya Jl. Pangeran Jayakarta Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzie, Camat Medan Satria Taufik Rahman, Lurah Harapan Mulya Rena Nurwanianten dan Anggota DPRD Kota Bekasi Maryadi serta para  pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, bahwa dirinya sangat bersyukur bisa hadir bersilahturahim dan betatap muka dalam kegiatan Festival Generasi Unggul yang dilakukan pada hari ini.

Yang dilakukan pada hari ini pun kata dia adalah upaya dalam menciptakan suatu proses peradaban kualitas sumber daya, suber daya ini bukan persoalan yang mudah karena dalam mengupgrade kapasitas seseorang, menciptakan kompetensi yang mampu bersaing dalam era globalisasi.

“Kalau dikolerasikan dalam membangun Kota Bekasi ini sangat sejalan, Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan, Kolerasi Ihsannya tadi adanya Hafidz Qur’an, anak-anak yang hafal 99 sifat-sifat Allah dan lain sebagainya,” ungkapnya (05/11).

Ia juga menyampaikan bahwa kalau semua institusi atau lembaga yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi seperti ini tugas pemerintah tidak berat, karena dipikul, disinergikan dan diimplikasikan bersama-sama. “Itulah sebenarnya hakikinya negara bukan milik pemerintah saja tapi rakyat juga ikut berperan didalamnya,” tambahnya.

“Ingat, Pemerintah Kota Bekasi mengambil kebijakan, bahwa rakyat bukan dijadikan salah satu objek, tapi dijadikan sesesuatu yang punya kapasitas sebagai pemilik suatu instrument negara, maka Pemkot Bekasi mengeluarkan Kartu Sehat (KS) secara gratis,” cetusnya.

Lanjut, ia juga berpesan untuk tidak boleh lagi mempertentangkan persoalan suku dan agama, kerena keyakinan dan keimanan itu hubungannya kita dengan Tuhan, kita harus bertoleran. “Pemerintah itu bukan saja menghimbau tapi melakukan upaya-upaya, saya sejak tahun 2010 telah membentuk Majelis Umat Beragama yang strukturnya sampai ketingkat kecamatan dan kelurahan, kemudian malakukan sosialisasi tentang heterogensi masyarakat Kota Bekasi yang prural yang bermacam-macam suku dan keyakinan yang ada,” imbuhnya.

“Jadi itulah yang yang mebuat Kota Bekasi sekarang ini punya daya tarik tersendiri, karena bermacam-macam suku itu kondisi Kota Bekasi menjadi aman dan damai sehingga investasi terjamin, laju pertumbuhan ekonomi tumbuh laju dengan inflasi rendah,” pungkasnya. (Dhigan)

 

Penulis : Gie.

 

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts