Wagub Nasrul Abit : Etika diri Juga Merupakan Kebudayaan

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA NASIONAL – PRILAKU etika diri juga merupakan bagian dari kebudayaan terhadap pergaulan,  tampilan dab kesopan satunan masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit saat membuka acara Singkronisasi Program /Kegiatan  Urusan Kebudayaan Tahun 2018-2021, Roky Hotel,  Sabtu malam (04/11/2017).

Hadir dalam kesempatan itu Kadis Kebudayaan Taufik Effendi, Sekretaris Disbud Dra. Sumarni,  MSi, Nara Sumber,  Kabag Kebudayaan, Bappeda Kabupaten dan Kota.

lebih jauh Wagub Nasrul Abit menyampaikan,  Sumatera Barat dengan disebut sebagai Minangkabau memiliki filosofi adat basandi syarak,  syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) menganut agama Islam dengan sumber tata krama kita Al Qur’an dengan sistem matrelinial garis keturunan ibu,  satu satunya di Indonesia.

Kita juga tahu budaya malu yang seharusnya menjadi filter budi namun saat ini budaya propokator (menghasut) justru saat ini menjadi mata pencarian.  Karena itu program dan kegiatan kebudayaan perlu menjadi perhatian kita bersama bagaimana generasi muda kita dapat melestarikan karakter budaya minang sesungguhnya yang sarat dengan budaya malu, religi dan beretika santun dapat lestari dari generasi ke generasi tantangan globalisasi saat ini,  harap Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan,  mengingat pentingnya urusan bidang kebudayaan sebagai upaya menjaga karakter  moral bangsa , setiap dinas urusan kebudayaan melakukan singkronisasi program /kegiatan sesuai kewenangan kabupaten /kota dan apa-apa pula yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi yang bersifat koordinasi.

Dalam konsep perencanaan program /kegiatan diharapkan bidang kebudayaan  berpikir 10 langkah , kegigihan akan meraih hasil program amat dibutuhkan dalam memberikan pengabdian dan dedikasi kerja setiap aparatur guna memajukan pembangunan kebudayaan,  tegas Nasrul Abit.

Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Effendi disela sela kegiatan menyampaikan,  kegiatan singkronisasi dilakukan untuk menyamakan persepsi antara kabupaten dan kota dalam membuat MOU kesepatakatan,  sehingaa kegiatan urasan kebudayaan  dapat menjadi sesuatu yang terukur,  sesuai target dan sasaran yang diharapkan.

Ini juga akan kita singkronisasikan dengam urusan kebudayaan pemeringah pusat,  untuk mendukung dan program dan kegiatan daerah yang mengacu sebagai potensi Kebudayaan secara nasional, sesuai aturan yang berlaku. Kita berharap nilai-nilai kebudayaan ini menjadi pondasi karakter bangsa dalam memajukan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,  ujar Taufik Effendi. (Dhi)

 

Penulis : Humas Sumbar.

 

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts