banner 468x60

Kadinkes: RS Mitra Keluarga Bekasi Barat Hanya Dapat Sanksi Administratif

 Berita Terkini, Kesehatan, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI, zonapantau.com – INSIDEN mengamuknya seorang ibu bayi di bawah tiga tahun (Batita) bernama Rafa Fairuz akhirnya berbuntut panjang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melakukan inpeksi mendadak (sidak) dan investigasi langsung ke lokasi yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada Senin (23/10/2017) lalu.

Dari hasil investigasi ke RS Mitra Keluarga Bekasi Barat‎, Dinkes Kota Bekasi yang mengirimkan tim mendapatkan beberapa hasil dan fakta di lapangan. Selain itu, Dinkes Kota Bekasi bertemu dengan manajemen RS Mitra Keluarga Bekasi Barat dan mengetahui kronologis kejadian ibu batita yang mengamuk tersebut.

“Saya bersama tim investigasi dari Dinkes Kota Bekasi begitu mendapat aduan, langsung segera turun ke lapangan. Kami observasi langsung ke RS Mitra Bekasi Barat dan menemui manajemen. Lalu diceritakanlah kronoligisnya seperti apa,” ujar dr. Fikri, yang melakukan investigasi langsung ke RS Mitra Bekasi Barat, di Kantor Dinkes Kota Bekasi.

Lanjut dr. Fikri, perihal insiden tersebut pihaknya menerima cerita kronologis dari pihak manajemen RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. Diceritakan bahwa, pada kondisi saat itu terjadi kegawatdaruratan yang membuat pihak rumah sakit mengambil tindakan prioritas. Alhasil, jadwal operasi batita atas nama Rafa meleset dari waktu yang telah ditentukan.

“Pihak rumah sakit menceritakan saat kejadian, terdapat kondisi yang mengharuskan pengambilan tindakan skala prioritas. Saya mengecek langsung jadwal operasi dan memang benar jadwal operasi Rafa harus mundur karena saat itu ada pasien lain yang sedang kritis di ruang operasi dan harus dilakukan kejut jantung,” lanjut dr. Fikri sambil menunjukkan hasil investigasi dan lembaran jadwal operasi yang diberikan pihak RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

Selain mendapatkan fakta di lapangan berupa pengakuan pihak rumah sakit, kronologis kejadian, dan jadwal operasi pasien pada hari itu, dr. Fikri bersama tim dari Dinkes Kota Bekasi lainnya juga mengecek langsung ke ruangan operasi yang ada di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

“Kami bertanya ke pihak rumah sakit ada berapa jumlah ruang operasi di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, dan disebutkan keseluruhan ada tiga ruangan. Langsung kami cek kebenarannya. Jika melihat dari fakta di lapangan dan kronologis yang diceritakan, pihak rumah sakit sudah memenuhi Standar Operasi Prosedur (SOP) secara medis,” tukasnya.

Mengenai adanya aduan lain dari keluarga pasien terkait kondisi ruangan VIP yang diceritakan seperti, pendingin ruangan yang rusak, air keran kotor menguning, itu bukan merupakan tanggungjawab dari Dinkes Kota Bekasi. Menurut dr. Fikri, hal tersebut merupakan bentuk kepuasan pelayanan konsumen, dan itu menjadi tanggung jawab pihak RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

“Kalau secara medis, kami menilai pihak RS Mitra Keluarga Bekasi Barat sudah bekerja sesuai SOP. Kalau mengenai kepuasan pelayan berupa fasilitas rumah sakit itu merupakan tanggung jawab manajemen RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, dan bisa diadukan ke YLKI untuk pengaduan konsumen,” ucapnya.

Namun demikian, dari hasil investigasi yang diperoleh, Dinkes Kota Bekasi masih belum bisa memutuskan langkah dan tindakan selanjutnya. Alih-alih untuk tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, Dinkes Kota Bekasi akan melakukan mediasi atau penyelesaian masalah dengan jalan kekeluargaan, yakni dengan mempertemukan keluarga pasien dengan pihak RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

“Ini kan kami baru mendengar pernyataan dari pihak manajemen RS Mitra Keluarga Barat, tapi belum dengar pernyataan dari pihak keluarga pasien. Maka dari itu, kami akan coba menjembatani kedua belah pihak untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar dan penyelesaian yang terbaik. Jadi kami belum bisa melakukan langkah dan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Terpisah, Kadinkes Kota Bekasi, Kusnanto, saat ditemui pada peresmian Rumah Sakit Siloam Bekasi berkomentar, dirinya mengaku terus memantau dan mengawal insiden tersebut sampai benar-benar menemukan jalan keluar bagi kedua belah pihak.

“Iya, untuk kasus itu tim investigasi dari Dinkes Kota Bekasi sudah turun langsung dan memperoleh data di lapangan. Dari laporan yang saya dapat, pihak rumah sakit hanya melakukan kesalahan administratif berupa kekeliruan komunikasi. Ya, salah penyampaian komunikasi kepada keluarga pasien. Jika setelah mediasi menghasilkan keputusan sanksi, hanya berupa sanksi administratif,” tutupnya. (Dhigan)

 

Laporan : EL.

 

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts