banner 468x60

Sambut Hari Santri Tim Ade Yasin Gelar Kirab Akbar

 Berita Terkini
banner 468x60

ZONA BOGOR (Cileungsi) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), NU Bogor Timur bersama tim Ade Yasin (AY) menggelar kirab akbar, Minggu (22/10/2017) di Cileungsi. Kirab yang diikuti oleh ribuan Santri, Kyai, Ustad dan Tokoh Masyarakat itu, star dimulai dari halaman kantor PT Api Dayeuh jalan raya Narogong Cileungsi dan finish di depan Mesjid Alistiadah Klapanunggal.

Ketua paniti HSN Dede Baron mengatakan, kirab akbar ini dihadiri sekitar 2000 orang dari keluarga besar NU, tokoh masyarakat, organisasi sayap kanan NU dan santri dari beberapa pesantren.

“10 pesantren yang tersebar di Kecamatan Cileungsi dan Klapanunggal turut hadir meramaikan pawai ini. Selain itu ribuan santri, alumni pesantren, dan juga peserta dari kecamatan Jonggol, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur turut hadir memeriahkan kiran santri yang mengusung tema santri mandiri NKRI hebat,” ujar Dede kepada wartawan.

Dede memaparkan, sebelum acara puncak, berbagai kegiatan sudah digelar, mulai kegiatan tournamen futsal santri, festival hadroh, musabaqah qiroatul kutub, adzan, pidato, doa kamilin kaligfari dan diakhiri tablig akbar dengan penceramah Alhabib Novel Al idrus.

“Perlombaan ini dilaksanakan sejak tanggal 21 Oktober bertempat di Mesjid Al Istiadah, untuk pembagian hadiah rencananya akan diserahkan diacara puncak berbarengan dengan tabligh akbar,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan memilih merayakan hari santri nasional dengan acara kirab akbar, ia berharap agar suasana silaturahmi dapat lebih terjalin antar umat islam. “Sebenarnya bisa dilakukan kegiatan lain, seperti Salawat Nariyah, zikir, tapi kami melaksanakan pawai ini supaya lebih santai dan meriah silaturahminya,” tambahnya.

Terpisah, tim sukses Ade Yasin (AY) Junaidi Samsudin dalam mengapresiasi keluarga besar NU Bogor Timur bersama RY Center yang telah mengisi berbagai kegiatan dalam menyambut hari santri nasional.

Menurutnya cukup beralasan jika Presiden akhirnya menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Ini mengacu pada peristiwa 22 Oktober 1945. Dimana, kala itu pihak Belanda dan sekutu berusaha masuk dan melakukan penguasaan kembali bumi Indonesia pasca proklamasi.

Merespon hal ini, kata dia, NU langsung mengeluarkan seruan Resolusi Jihad. Berjuang sampai titik darah penghabisan demi mempertahankan kemerdekaan tanah air.

“Momentum hari santri nasional ini harus kita gunakan untuk menambah semangat nasionalisme, semangat untuk membangun kabupaten Bogor yang lebih baik, untuk terwujudnya bumi tegar beriman ini maka kita harus selektif dan tepat dalam memilih pemimpin lima tahun ke depan,” tandas Junsam sapaan akrabnya ini. (Yudhi)

Laporan: Has

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts