banner 468x60

Kecewa Dengan Pelayanan RS Mitra Bekasi Barat, Ibu Batita Mengamuk

 Berita Terkini, Kesehatan, Pemerintahan
banner 468x60

ZONA BEKASI, zonapantau.com – SEORANG ibu dari bayi di bawah tiga tahun (Batita) bernama Rafa Fairuz mengamuk lantaran merasa dipermainkan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Mitra Bekasi Barat yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada Jumat (20/10/2017).‎

Neni Indriyani, ibu batita menjelaskan awal mula dirinya merasa kecewa dengan perlakuan pihak RS Mitra Bekasi Barat yang tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap buah hatinya yang akan menjalankan operasi.

“Awalnya ketika anak saya dibawa ke sini memang dilayani dengan baik. Akhirnya setelah diperiksa, anak saya menderita gangguan saluran kencing dan diputuskan untuk operasi (bedah). Saya mengikuti perkataan dokter untuk mengambil tindakan operasi,” jelas Neni Indriyani, saat ditemui zonapantau.com, di kamar VIP No 411, lantai 4, Ruang Mawar, RS Mitra Bekasi Barat.

Lanjut Neni, setelah dirinya setuju dengan tindakan yang disarankan dokter bedah di RS Mitra Barat, malah ketidakpastian yang didapatkan ibu dari batita berusia 1 tahun 11 bulan tersebut. Operasi dijadwalkan pada pukul 18.00 WIB, namun pada kenyataannya operasi tidak kunjung dilakukan sampai melewati waktu yang telah ditentukan.

“Anak saya diminta puasa selama 5 jam dari pukul 12.00 WIB – 17.00 WIB. Sampai waktu akan dimulai operasi, tidak ada kabar sama sekali atau pemberitahuan ke saya. Saya inisiatif untuk bertanya kepada suster dan malah dijawab ada kendala dalam ruang operasi dan tidak tahu akan mulai operasi jam berapa,” lanjutnya.

Meski jawaban tidak pasti yang didapat warga yang berdomisili di Jalan Pembina Raya, ‎Kelurahan  Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, dirinya tetap menunggu kabar baik dari pihak rumah sakit serta menahan diri dan emosi. Waktu pun terus berjalan, dan kata sama selalu didapatkan Neni dari pihak rumah sakit yakni ketidakpastian kapan akan dimulai operasi.

“Saya sabar nunggu dan mencoba menenangkan anak saya yang terus menangis dan meminta susu. Saya bingung karena anak saya sudah terlalu lama melewati waktu puasa yang ditentukan pihak dokter bedah sebelum operasi. Akhirnya saya menanyakan kembali, dan jawaban tetap sama tidak tahu kapan akan dimulai operasi. Batas kesabaran saya habis dan saya marah-marah dan berteriak ke suster rumah sakit,” ujarnya.

Mendengar teriakan Neni, satpam rumah sakit pun datang untuk menenangkan kegaduhan yang terjadi agar tidak mengganggu pasien lainnya. Akan tetapi, Neni yang sudah terbakar emosi semakin marah dan minta kepada pihak rumah sakit untuk segera melakukan operasi kepada anaknya.

“Rumah Sakit Mitra Bekasi Barat ini sangat keterlaluan, anak saya sudah kelaparan tetap tidak boleh buka puasa  oleh dokter. Sebagai ibu saya miris dan tidak tega melihat anak kesakitan dan kelaparan. Jujur saya sebagai orangtua pasien sangat kecewa dengan pelayanan dari RS.Mitra  Bekasi ini yang sangat buruk,” tandasnya.

Apalagi dia mengaku, untuk tindakan operasi terhadap Rafa Fairuz, dirinya telah membayar lunas kepada pihak rumah sakit. Tetapi, ketidakpastian waktu operasi yang didapatkanya. Selain itu, untuk fasilitas kamar VIP di RS Mitra Barat, dirinya merasa tidak sesuai dengan harga yang telah dibayarkan.

“Saya sudah memenuhi syarat melunasi administrasi mulai dari  DP Rp 3 juta dan biaya operasi Rp 11.232.000. Selain itu untuk kamar  VIP  Rp 1.790.000 /hari, pemeriksaan laboratorium   Rp 1.950.000, juga biaya obat dan lainnya  Rp 722.000. ‎Saya sudah bayar lunas saja masih dipermainkan, apalagi sama pasien tidak mampu pasti dipermainkan,” beber Neni merincikan biaya apa saja yang telah dibayarkan.

Tidak hanya ketidakpastian waktu operasi terhadap buah hatinya yang didapatkan, beberapa keburukan pelayanan di rumah sakit tersebut juga diterima. Untuk kamar VIP di RS Mitra Bekasi Barat, Neni mengaku kamar yang ditempatinya tidak sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan. (Dhigan)

 

Laporan : EL.

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts