Kali Bekasi Tercemar Limbah Bahan Baku Air Dua PDAM Bekasi Tersendat

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

ZONA BEKASI (Pencemaran) – Lagi-lagi air Kali (sungai) Bekasi tercemar Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Pantauan di lapangan warna air hitam pekat dan berbau. Kondisi itu diperparah musim kemarau dan tidak turunnya hujan sehingga dipastikan air baku mutu Kali Bekasi dibawah standar. Padahal air Kali Bekasi tersebut untuk bahan baku PDAM Bhagasasi dan PDAM Tirta Patriot.

Dua bulan lalu Kali Bekasi juga tercemar limbah B3 dan Walikota Bekasi sempat menyegel pabrik laundry PT Millenium Laundry di Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi. Namun tindakan penyegelan itu tidak membuat pabrik-pabrik di sepanjang Kali Bekasi (Cileungsi) – Sungai Cikeas jera justru malah nekat membuang limbah seenaknya.

“Sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kota Bekasi menuntut dan menyeret para pelaku kejahatan lingkungan di depan hukum agar ada efek jera,” jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Menurutnya, DLHK Kota Bekasi segera mengambil sampel dan melakukan penyelidikan dan menuntut para pelaku kejahatan lingkungan yang sangat membahayakan ekosistem kehidupan ke pengadilan sesuai UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) No.32 tahun 2009, Pasal 104, bahwa pelaku baik perorangan maupun badan hukum bisa dianjam 3 tahun penjara dan denda Rp.3 miliar.

“Tinggal kordinasi dengan Pemkab Bogor untuk menyeret para pelaku kejahatan lingkungan. Kalau cuma diberikan surat peringatan mereka akan melakukan terus menerus dengan cara kucing-kucingan,” jelasnya.

Dijelaskannya para pelaku pencemaran lingkungan sudah termasuk kejahatan khusus yang juga bisa dijerat delik tindak pidana sesuai UU No. 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Bahkan tuntutannya bisa materiel dan inmaterial.

Disinyalir, perusahaan-perusahaan yang banyak membuang limbah sembarangan ke kali selain pabrik di Kota Bekasi, hulunya berada disepanjang wilayah Kabupaten Bogor aliran Sungai Cileungsi.

Wilayah sepanjang sungai cileungsi terbanyak titik perusahan pabrik level industrial bahan dasar penyebab limbah B3 berada di Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal dan Cileungsi. Pencemaran Kali Bekasi karna limbah tersebut menyebabkan air sungai berwarna kehitaman hingga juga sering berbusa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kota Bekasi, Jumhana Lutfhi, mengatakan pihaknya sangat serius akan menindak perusahaan yang mencemari kali bekasi sesuai kewenangannya di kota bekasi. “Kami sudah kumpulkan data seluruh perusahaan minggu kemarin dan telah kami ingatkan,” ujarnya, Senin (18/9/2017).

“Dalam arahannya, Wali Kota memerintahkan pada kami untuk menindak tegas perusahaan pencemar kali. Dan kami akan sampaikan persoalan ini ke Balai Besar Wilayah KLHK dan Pemprov Jabar, karna ini sudah menjadi masalah yang serius bagi kami khususnya bagi warga kota bekasi,” pungkasnya.

Warga Kampung Nambo RW05 Desa Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pernah mengungkapkan bersama beberapa tokoh masyarakat setempat bahwa pihak Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya sempat mendatangi salahsatu pabrik pengolahan pembakaran aspal dipinggir Sungai Cileungsi yang berada diseberang masuk Kecamatan Gunung Putri.

“Kedatangan pihak Pemkot Bekasi tersebut, dikarenakan tercemarnya Kali Bekasi hingga berbusa dan berwarna kehitaman. Mereka (Pemkot.red) datang ke pabrik disini sudah pasti berdasarkan penulusuran mereka mencari penyebab tercemarnya kali bekasi,” ungkap salahsatu warga Kampung Nambo kebon kopi RT02/RW05 Desa Bantarjati, beberapa waktu lalu.

Editor: (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts