Keputusan FPII Resmi Keluarkan Para Oknum Dari Organisasi

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

ZONA JAKARTA (Organisasi) – Konflik yang terjadi di tubuh Forum Pers Independent Indonesia (FPII) sejak beberapa bulan belakangan ini hampir mengarah pada Perpecahan, Pengancaman, Penggembosan, Pengkhianatan dan Pembusukan. Baik di Internal kepengurusan FPII yaitu Presidium maupun Setnas serta di Setwil.

“Konflik yang dilatari arogansi tersebut diduga kuat dan disinyalir sengaja di ‘mainkan’ oleh segelintir oknum FPII dengan maksud dan kepentingan tertentu,” ujar Ketua Presidium FPII dalam keterangan resminya di Jakarta.

Oleh karena itu, wanita yang akrab dipanggil Bunda ini mengungkapkan, bahwa rapat Pendiri dan Pengurus Presidium beserta Sekretariat Nasional (Setnas) FPII sesuai dengan Akta Notaris : No. 6, 03/05/2017, Statuta dan AD/ART FPII telah mengeluarkan SURAT KEPUTUSAN Pencopotan Jabatan dan Pencabutan Keanggotaan dengan Nomor : 003/SK/K-PRESIDIUM/FPII/IX/2017.

Pencopotan dan Pencabutan keanggotaan dalam siaran resmi tersebut, ditujukan terhadap oknum, diantaranya Mustopa Hadi Karya alias Topan selaku ketua Setnas, Tri Wulan Sari selaku Deputi Jaringan Setnas, Ketua Setwil DKI Jakarta Haris Supriyono dan Ketua Setwil Kep.Riau Hanafi. Bahwa dua kepengurusan setwil tersebut dinyatakan tidak sah, sebab SK yang mereka terima hanya dikeluarkan oleh Ketua Setnas tanpa ditandatangani oleh Presidium.

Maka, dari keputusan resmi yang dikeluarkan oleh presidium FPII tersebut, menyatakan segala konsekuensi hukum yang menyangkut nama-nama oknum tersebut merupakan urusan pribadi bukan organisasi. Dan melarang para oknum tersebut menggunakan atribut ataupun logo FPII, jika (mereka.ex) masih menggunakan atau mengatasnamakan organisasi FPII, maka akan ada konsekuensi hukum dan Perundang-undangan.

“Menimbang semua persoalan dan konflik yang terjadi di tubuh FPII maka kami menghimbau kepada seluruh anggota dan Pengurus FPII agar tetap loyal terhadap Marwah Perjuangan FPII dan tetap menjaga harmonisasi dan persatuan di dalam tubuh FPII sebagai sebuah keluarga besar,” harap Ketua Presidium FPII, Bunda Kasihhati.

Kendati demikian, Ketua Presidium ini menegaskan bahwa Mustopha Hadi Karya alias Opan meskipun telah dikeluarkan dari keanggotaan FPII, namun tetap akan tercatat sebagai salah satu inisiator serta Pejuang Kemerdekaan Pers yang tetap akan kami kenang.

“Kami tetap menghargainya sebagai seseorang yang pernah berjasa dalam awal-awal perjuangan FPII. Meski jalan dirinya sudah berbeda, tetapi kami pernah berjuang bersama-sama,” jelas Kasihhati.

Namun begitu, Kasihhati menegaskan, bahwa tidak ada jalan lain, bahwa setiap perjuangan selalu ada aral yang melintang dan duri yang menghujam. Maka kita harus membuang aral dan duri tersebut agar tak menjadi perpecahan dalam organisasi.

“Oleh karena itu, segala bentuk perpecahan diantara kita, sudah harus dihentikan dengan segera demi menjaga persatuan dan kesatuan keluarga besar FPII,” pungkasnya. (*)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts