Izin 5 Unit, Pengembang Cluster Di Bekasi Selatan Bangun 21 Unit

 Berita Terkini
banner 468x60

ZONA BEKASI (Bekasi Selatan) – Ternyata masih marak terjadi pembangunan perumahan yang belum mengantongi izin lengkap, seperti yang dilakukan pengembang perumahan cluster di RT005/RW18 Kelurahan Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan, yakni belum menyelesaikan prosen perizinannya namun pembangunan sudah hampir selesai.

Parahnya lagi, perizinan yang diajukan oleh pengembang kepada Pemerintah Kota Bekasi adalah pembangunan rumah sebanyak 5 unit, namun izinnya belum jadi. Fakta dilapangan, pembangunan tersebut berjumlah 21 unit.

Ketua RT05, Nuramin mengungkapkan bahwa pihak pengembang mengajukan izin pembangunan atau IMB rumah pribadi sebanyak 5 unit. Namun saat ditanya legalitas perusahaan, menurut Nuramin pihak pengembang meminta agar IMB atas nama perorangan.

“Sebelumnya saya kurang mengetahui pengajuan IMB yang dilakukan untuk pembangunan cluster. Jumlahnya yang diajukan sebanyak 5 tetapi saat saya ke lokasi pembangunan ada 21 rumah dan sudah hampir rampung semua,” ungkap Nuramin, Selasa (29/8/2017).

Nuramin juga mengatakan bahwa Selasa siang tadi, pihak Dinas PUPR mendatangi lokasi dan meminta pengembang untuk memproses perizinan sebagaimana kewajiban pengembang perumahan.

“Tadi ada yang datang ke lokasi, kalau tidak salah dari PUPR. Mereka meminta pengembang urus izin sesuai dengan jumlah dan peruntukan pembangunan komersil,” tambah Nuramin.

Namun begitu, Nuramin mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk bertindak tegas terhadap pengembang perumahan yang mengangkangi pemerintah. Sebagai langkah yang dilakukan ialah meminta pengembang untuk berhenti melaksanakan pembangunan sebelum perizinannya rampung.

“Kalau izin belum selesai kan seharusnya tidak boleh beroperasi. Warga disini meminta pemerintah tegas,” tandasnya.

Secara terpisah melalui pesan seluler, Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pihaknya akan turunkan tim untuk melihat proses perizinannya. “Jika terbukti pengembang belum memiliki izinnya tidak boleh memulai pembangunan dan akan saya tindak,” tegasnya kepada zonapantau.com. (*)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts