Buku Ditulis Seorang Jenderal Asal Indonesia Ternyata Dipakai Militer Seluruh Dunia

 Serba-Serbi
banner 468x60

  ZONA SERBA SERBI – Sebagai rakyat Indonesia, nama seorang Jenderal yang bernama Abdul Haris Nasution pasti sudah tidak asing lagi. Jenderal yang pernah memimpin divisi Siliwangi ini memang termasuk salah satu jenderal unggulan yang dimiliki bangsa Indonesia. Beliau adalah sosok yang kuat, tegar, penuh jiwa nasionalisme, danmempunyai otak yang cemerlang. Salah satu bukti kecemerlangan otaknya adalah bahwa salah satu buku karanganya yang berjudul Strategy of Guerrilla Warfare menjadi buku rujukan strategi militer bagi kesatuan tentara-tentara di berbagai negara Dalam Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), ketika memimpin Divisi Siliwangi, Pak Nas menarik pelajaran kedua. cheap albion silver Rakyat perlu mendukung TNI. Dari sini lahir gagasannya tentang perang gerilya sebagai bentuk perang rakyat. Metode perang ini makin matang setelah Pak Nas menjadi Panglima Komando Jawa dalam masa Revolusi Kemerdekaan II (1948-1949). Maka tak heran, beliau dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya melawan kolonialisme Belanda. Gaya perang inilah yang kemudian dipopulerkan oleh Jenderal Sudirman. cheap albion gold Konsep perang gerilya ini kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang sangat fenomenal pada masa itu, Strategy of Guerrilla Warfare. buy albion gold Hebatnya lagi, buku karangan Pak Nas ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, bahkan menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk di sekolah elite bagi militer dunia, West Point milik Amerika Serikat (AS). Dan usut punya usut, ternyata salah satu rahasia kemenangan pasukan vietnam ketika berperang melawan Amerika adalah karna tentara vietnam mempelajari taktik gerilya yang ada di dalam buku ini. Sungguh sangat luar biasa buku karangan jenderal Indonesia kebanggan kita ini. Buku ini menjadi buku strategi perang terkemuka yang dipelajari oleh hampirseluruh pasukan tentara di dunia. Dan buku ini pulalah yang kemungkinan membuat pasukan khusus kita menjadi salah satu pasukan elit terbaik di Dunia. Perang Vietnam berlangsung selama delapan tahun. buy albion gold Menguras tenaga, darah dan dana miliaran dolar. Di akhir perang, tentara AS meninggalkan Vietnam dengan kekalahan. Mereka gagal menaklukkan gerilyawan Vietkong dan North Vietnam Army (NVA), tentara reguler Vietnam Utara. buy albion gold Sekitar 58.000 tentara AS tewas dalam perang Vietnam. 1.000 Tentara hilang dan 150.000 terluka dalam perang yang melibatkan AS sejak tahun 1965 hingga 1973 ini. Salah satu penyebab Vietkong dan NVA berhasil mempecundangi tentara AS adalah karena meniru perang kemerdekaan Indonesia tahun 1946-1949. cheap albion gold Siasat perang gerilya semesta TNI ditiru oleh Vietkong. Para komandan Vietkong mempelajari taktik perang gerilya ini lewat buku ‘Pokok-pokok Perang Gerilya’ yang ditulis Jenderal AH Nasution. Vietkong tidak melakukan perang frontal dengan tentara AS. Mereka bertahan di hutan dan pegunungan. cheap albion gold Mengepung wilayah perkotaan yang dikuasai tentara AS. buy albion silver Siasat yang sama dijalankan Jenderal Sudirman dan Kolonel AH Nasution saat menghadapi Agresi Militer Belanda II tahun 1949. Vietkong berperang dengan kesabaran. Menyerang patroli-patroli tentara AS, menyerang pos-pos militer, hingga menanam ranjau di hutan. Mental tentara AS benar-benar diuji harus berperang bertahun-tahun dalam hutan. Vietkong sukses mengubah hutan Vietnam menjadi neraka hijau. Dalam buku ‘Pokok-pokok Perang Gerilya’, Nasution menuliskan secara lengkap strategi perang gerilya, tantangan, hingga pemerintahan darurat gerilya. buy albion silver buy albion gold Buku ini diakui sebagai buku terbaik soal gerilya. Beberapa negara termasuk Amerika Serikat ikut-ikutan mempelajarinya. cheap albion silver “Buku itu mengajarkan inti perang gerilya. albion silver Intinya bagaimana yang tidak punya kekuatan, senjata dan lemah menghancurkan kekuatan yang kuat dan memiliki persenjataan lengkap,” ujar Mayjen (Purn) Tb Hasanuddin saat berbincang dengan Id.Iz, Kamis (02/02). “Yang digunakan adalah sistem perlawanan berlanjut. cheap albion gold Kalau tidak cukup setahun, sepuluh tahun, kalau perlu selamanya. Sampai musuh yang tadinya kuat menjadi lemah, dan kita yang menjadi kuat. Sesudah itu gantian kita yang melakukan serangan balasan,” kata lulusan Akademi Militer ini. Itu yang dilakukan Vietkong. albion gold Secara perlahan mereka berhasil membalikkan keadaan. Berbekal senapan serbu AK-47, Vietkong memeras darah dan keringat tentara AS. albion gold Membuat para serdadu yang muda dan tidak berpengalaman itu frustasi dan lari ke narkoba. albion silver Berbagai peralatan canggih milik AS tidak berfungsi maksimal dalam hutan Vietnam. Puncaknya, 29 Maret 1973, pasukan terakhir Amerika Serikat meninggalkan Vietnam Selatan. Tak lama kemudian Saigon jatuh ke tangan Tentara Utara.

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts